Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai potensi hujan lebat di sekitar lereng Gunung Rinjani hingga Gunung Tambora pada Dasarian III Januari 2026 atau periode 21–31 Januari.

"Ada peluang terjadi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen yang diprediksi terjadi di sekitar wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Suci Agustiarini di Mataram, Selasa.

Suci mengimbau masyarakat yang berada di kawasan lereng atau daerah dengan topografi curam untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometerologi.

Menurutnya, hujan intensitas tinggi berpotensi memicu bencana banjir hingga tanah longsor yang dapat membahayakan pemukiman dan merusak lahan-lahan pertanian.

"Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncak," ujar Suci.

Baca juga: Waspada!! Peningkatkan cuaca ekstrem di NTB akibat gangguan atmosfer

BMKG menetapkan status Level Siaga curah hujan tinggi di Kecamatan Sembalun dan Sambelia di Lombok Timur, Kecamatan Labuan Badas di Kabupaten Sumbawa, dan Kecamatan Pekat di Kabupaten Dompu.

Adapun status Level Awas di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, yang berpeluang besar diguyur hujan ekstrem selama periode 21-31 Januari 2026.

BMKG juga mengingatkan potensi hujan dengan hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian mencapai 80 hingga lebih dari 90 persen dan berpotensi terjadi di seluruh wilayah NTB.

Sedangkan, hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian berada pada kisaran 60 hingga lebih dari 90 persen berpeluang terjadi di sebagian besar Pulau Lombok, Sekongkang, sebagian Kabupaten Sumbawa bagian utara, dan sebagian Dompu bagian utara.

"Adanya potensi hujan dengan intensitas tinggi di Dasarian III Januari 2026 , masyarakat diharapkan harus mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis," ucap Suci.

Baca juga: Waspasda! Banjir rob berpotensi terjadi selama dua pekan di NTB

Pada dasarian II Januari 2026 atau periode 11-20 Januari BMKG mencatat sifat hujan di wilayah NTB secara umum masuk Kategori Atas Normal. Curah hujan tertinggi sebesar 488 milimeter per dasarian tercatat di Pos Hujan Sembalun yang berada di Kabupaten Lombok Timur.

Pemerintah NTB mengalokasikan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp16 miliar untuk menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda lima kabupaten di NTB.

Anggaran BTT tersebut diprioritaskan untuk membiayai kebutuhan logistik mendesak dan perbaikan infrastruktur vital, seperti jembatan putus dan akses jalan rusak akibat bencana alam.

Baca juga: Gubernur NTB tekankan pembenahan hulu untuk cegah banjir berulang
Baca juga: Angin kencang hingga 40 kilometer per jam berpotensi terjadi di NTB


Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026