Mataram (ANTARA) - Portal berita ANTARA NTB menghadirkan rubrik Suara Publik, ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyuarakan gagasan, opini, dan analisis terkait isu strategis di Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun secara nasional dan global.
Rubrik ini menerima tulisan dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, pegiat sosial, tokoh agama, LSM, hingga legislator dan birokrat, dengan tujuan menghadirkan perspektif yang beragam, kritis, dan berbobot.
Tulisan yang diterbitkan di Suara Publik diharapkan berbasis fakta, data, dan sumber terpercaya, misalnya dari Badan Pusat Statistik (BPS), lembaga pemerintah terkait, penelitian akademik, maupun lembaga riset kredibel.
Hal ini memastikan setiap kontribusi tidak hanya menampilkan pandangan pribadi, tetapi juga analisis yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami membuka ruang bagi semua pihak untuk berbagi gagasan secara ilmiah, objektif, dan berbasis bukti. Rubrik ini adalah sarana demokratisasi informasi dan penguatan partisipasi publik,” ujar Kepala ANTARA Biro NTB, Abdul Hakim di Mataram, Minggu.
Rubrik ini menekankan bahwa setiap tulisan adalah murni gagasan dan ide dari penulisnya. Segala pendapat, analisis, maupun interpretasi yang terkandung dalam artikel menjadi tanggung jawab penuh penulis, dan tidak mewakili redaksi atau ANTARA NTB secara institusional.
Pendekatan ini mengikuti praktik standar media kredibel seperti Kompas, The Jakarta Post, dan Tempo, di mana rubrik opini atau kolom publik menyertakan catatan redaksi serupa untuk menjaga integritas jurnalistik.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mengirimkan tulisan berupa artikel analisis, opini, atau refleksi sosial melalui email redaksi ANTARA NTB antarnewsntb@gmail.com.
Tulisan yang masuk akan melewati proses editorial untuk memastikan akurasi, kesesuaian, dan kelayakan publikasi, tanpa mengubah substansi gagasan penulis.
Dengan hadirnya rubrik Suara Publik, ANTARA NTB memperluas perannya tidak hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga jembatan dialog publik, menghubungkan suara masyarakat, gagasan kritis, dan kebijakan di NTB.
Rubrik ini menjadi ruang bagi pembaca untuk memahami isu daerah secara lebih dalam, menumbuhkan kesadaran kritis, dan mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan dan pengambilan keputusan.
Catatan Redaksi: Tulisan yang dimuat di rubrik Suara Publik sepenuhnya merupakan pandangan penulis. ANTARA NTB tidak bertanggung jawab atas pendapat, analisis, atau saran yang disampaikan. Redaksi bertugas menjaga kelayakan, akurasi data, dan kepatutan publikasi, tanpa mengubah gagasan inti penulis.
Baca juga: Kata adalah senjata
Baca juga: Tragedi Ngada NTT, PB HMI: Kegagalan kehadiran Negara
Baca juga: SPMB 2026/2027 Surabaya: Ujian etik kota layak anak dan sekolah ramah anak
Baca juga: Mudik 2026 lebih hemat: Tiket pesawat ekonomi bebas PPN
Baca juga: OTT hakim dan 'industri' hukum
Baca juga: Ekonomi NTB 2025: Target RPJMD dan realitas 3,22 persen
Baca juga: Mengurai dugaan penyimpangan program swasembada bawang putih di Lombok Timur
Baca juga: Kebudayaan NTB dipuja di mimbar, tapi sering ditinggal di meja kebijakan
Pewarta : ANTARA NTB
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026