Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir Maret 2026.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akmad Muzaki di Mataram, Kamis, mengatakan, saat ini wilayah Kota Mataram masuk masa peralihan musim yang ditandai dengan cuaca yang tidak menentu.

"Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan dan potensi angin kencang diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir Maret," katanya.

Meski intensitasnya tidak selalu sama seperti sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang tetap harus diwaspadai secara nasional, termasuk di wilayah Kota Mataram dan NTB secara umum.

"Masyarakat Kota Mataram kami diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem," katanya.

Baca juga: Cuaca ekstrem, Pantai Loang Baloq Mataram dipasangi tanggul batu

Sementara untuk memantau kondisi sejumlah titik rawan bencana, pihaknya menekankan seluruh personel penanganan bencana diperintahkan untuk tetap dalam posisi siaga darurat dan tidak boleh lengah dalam memantau situasi di lapangan.

Terutama pada kawasan pesisir pantai yang rawan dengan gelombang pasang, abrasi pantai, dan banjir rob, serta daerah aliran sungai (DAS).

Untuk posko utama bencana, masih tetap berada di Kantor BPBD Kota Mataram Jalan Lingkar Selatan, dan posko 50 kelurahan se-Kota Mataram dan di pendopo Wali Kota Mataram, masih tetap disiagakan.

"Untuk posko di pinggir pantai sudah kami bongkar, dan difokuskan ke kantor lurah setempat untuk koordinasi lebih efektif," katanya.

Baca juga: Status bencana tanggap darurat di Mataram dikaji

Sementara menyinggung tentang penanganan warga yang terdampak banjir rob pada akhir Januari 2026, Muzaki, menyebutkan, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) yang rumahnya rusak berat akibat gelombang pasang saat ini masih mengungsi di rumah keluarga.

Sementara menunggu proses pembangunan hunian sementara (huntara) yang saat ini sedang berproses di samping Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bintaro.

"Pembangunan sebanyak 20 unit huntara sudah masuk tahap pengerjaan fondasi, dan ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari satu bulan, atau sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah," katanya.

Baca juga: Dinkes jemput bola layani warga Mataram terdampak cuaca ekstrem
Baca juga: Warga Mataram diimbau waspadai cuaca ekstrem hingga 26 Januari
Baca juga: Mataram siagakan dana BTT Rp5 miliar antisipasi bencana 2026



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026