Lombok Tengah (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat melakukan pendataan dampak bencana alam angin kencang yang merusak puluhan rumah warga di wilayah Kecamatan Batukliang.
"Data sementara ada 35 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak yang tersebar di dua desa yakni di Desa Selebung dan Desa Aik Bukak," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan untuk bantuan logistik kebutuhan mendesak saat ini telah disalurkan langsung kepada korban dan untuk bantuan stimulan akan disalurkan dalam waktu dekat setelah selesai dilakukan pendataan kerusakan, baik itu rusak ringan maupun rusak parah.
"Bantuan tanggap darurat serta dukungan logistik dan peralatan menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak telah mulai disalurkan," katanya.
Baca juga: Puting beliung terjang Lombok Tengah, 41 rumah warga rusak
Ia mengatakan bencana angin puting beliung tersebut terjadi pada Selasa (3/3) dini hari, setelah wilayah Lombok Tengah dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin puting beliung.
Fenomena alam ini mulai terjadi sekitar pukul 22.30 WITA dan mencapai puncaknya pada pagi hari. Akibat dari intensitas hujan yang tinggi dan terjangan angin kencang tersebut, kata dia, sejumlah hunian warga dilaporkan mengalami kerusakan.
"Tidak ada korban jiwa, namun satu warga mengalami luka-luka dan telah diberikan perawatan medis di puskesmas setempat," katanya.
Baca juga: Puluhan rumah di Lombok Tengah rusak diterjang puting beliung
Merespons kejadian tersebut, pihaknya bersama pemerintah desa melakukan langkah darurat, mulai dari melakukan kaji cepat di lokasi kejadian, penyebaran informasi terkini, hingga memberikan imbauan waspada kepada masyarakat.
"Mengingat wilayah NTB telah memasuki puncak musim hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada," katanya.
Berdasarkan prakiraan BMKG pada Dasarian I Maret 2026 terdapat peluang curah hujan sangat tinggi (lebih dari 100 mm) dengan probabilitas mencapai 80-90 persen, khususnya untuk wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya.
"Pemerintah berharap warga dapat mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi susulan selama periode peralihan musim ini," katanya.
Baca juga: Puluhan pohon di Lombok Tengah tumbang diterjang angin kencang
Baca juga: Sejumlah rumah rusak akibat angin kencang di Lombok Tengah
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026