Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau nelayan di wilayah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang diprakirakan terjadi selama dua hari ke depan.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram, Selasa, mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terdapat potensi gelombang mencapai hingga 2,5 meter.

"BMKG memprakirakan pada tanggal 4-5 Maret 2026 diprediksi akan terjadi peningkatan intensitas hujan, disertai angin kencang, dan gelombang tinggi. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter hingga 2,5 meter," katanya.

Baca juga: Banjir Mataram disebabkan empat faktor cuaca, Ini penjelasan BMKG

Terkait dengan itu, pihaknya telah mengingatkan nelayan yang ada di wilayah pesisir Ampenan dan Sekerbela, Kota Mataram, agar waspada terhadap dampak gelombang tinggi. Begitu juga dengan para operator kapal penyeberangan di sekitar Pulau Lombok.

Satgas bencana dari BPBD, katanya, juga aktif turun memantau kondisi dampak perubahan cuaca baik di kawasan pesisir maupun di daerah aliran sungai.

"Pantauan kami pada titik-titik rawan genangan, banjir, dan luapan saluran dan sungai masih relatif aman. Namun masyarakat harus tetap waspada," katanya.

Apalagi sesuai prakiraan BMKG, wilayah Kota Mataram saat ini memasuki masa peralihan musim yang ditandai dengan cuaca yang tidak menentu sehingga harus tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir Maret 2026.

Baca juga: Waspadai potensi cuaca ekstrem di Mataram saat musim pancaroba

Sementara untuk memantau kondisi sejumlah titik rawan bencana, seluruh personel penanganan bencana diminta untuk tetap dalam posisi siaga darurat dan tidak boleh lengah dalam memantau situasi di lapangan.

"Terutama pada kawasan pesisir pantai yang rawan dengan gelombang pasang, abrasi pantai, dan banjir rob serta DAS," katanya.

Untuk posko utama bencana, masih tetap disiagakan di Kantor BPBD Kota Mataram Jalan Lingkar Selatan, serta di kelurahan dan di pendopo Wali Kota Mataram.

"Untuk posko di pinggir pantai sudah kami bongkar, dan difokuskan ke kantor lurah setempat untuk koordinasi lebih efektif," katanya.

Baca juga: Pemkot Mataram tingkatkan pengawasan di sepanjang wilayah pantai
Baca juga: Waspada gelombang tinggi mencapai 4 meter di NTB



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026