Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat munculnya bibit siklon tropis di wilayah Indonesia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Budi Wartono di Mataram, Kamis, mengatakan, salah satu upaya meningkatkan kesiapsiagaan dengan terus menjalin koordinasi yang intens dengan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid untuk memantau perkembangan cuaca terkini.
"Informasi yang dirilis oleh BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjadi pedoman utama bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pencegahan dan analisis tindakan di lapangan," kata Budi yang baru saja dilantik menjadi Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram.
Baca juga: NTB Siaga! Dua bibit siklon tropis picu gelombang 6 meter
Dikatakan, informasi potensi cuaca ekstrem akibat munculnya bibit siklon tropis di wilayah Indonesia, berdampak di Kota Mataram yang saat ini terjadi angin kencang dan dampak yang harus diwaspadai berupa pohon tumbang dan gelombang tinggi.
Terkait dengan itu, sebagai langkah antisipasi BPBD telah bekerja sama dengan dinas terkait serta pihak kelurahan dan kecamatan untuk melakukan perantingan (pemangkasan) pohon-pohon yang dinilai rawan.
"Alhamdulillah, beberapa waktu lalu saat angin sempat mereda, sudah dilakukan perantingan pohon di berbagai titik untuk mengurangi risiko ke depannya," kata Budi.
Baca juga: Bibit Siklon Tropis 90S bisa jadi badai dalam 24 jam, BMKG pantau ketat
Sementara itu, untuk wilayah pesisir pantai, BPBD mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan sebab informasi dari BMKG ketinggian gelombang bisa mencapai di atas 2,5 meter.
Meskipun, lanjutnya, masyarakat pesisir dinilai memiliki mitigasi alami karena sudah terbiasa dengan siklus cuaca tahunan, koordinasi dengan pihak kelurahan setempat tetap harus dijaga.
Selain itu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD juga memberikan imbauan khusus bagi sektor pariwisata. Masyarakat dan wisatawan disarankan untuk tidak berenang atau mandi di pantai selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.
"Untuk sementara lebih baik hindari berenang di pantai guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan, sampai situasi kembali normal," katanya.
BPBD berharap siklus cuaca tahunan ini segera kembali stabil agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
Baca juga: Gelombang tinggi ancam NTB, Aktivitas pelayaran diimbau hati-hati
Baca juga: Dua bibit siklon tropis bisa picu cuaca ekstrem di NTB
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026