Kota Bima (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, mencatat sebanyak 10 kelurahan terdampak krisis air bersih sejak Januari 2026 dengan total warga terdampak mencapai 6.532 jiwa.
"Ada 10 kelurahan yang dilaporkan terdampak kekurangan air dengan jumlah jiwa sebanyak 6.532 orang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima A Faruk melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bima, Nazamuddin di Kota Bima, Kamis.
Ia menyebutkan, kelurahan yang terdampak krisis air bersih tersebut meliputi Kelurahan Tanjung sebanyak 92 jiwa, Paruga 1.217 jiwa, Dara 2.855 jiwa, Pane 720 jiwa, dan Sambina’e 390 jiwa.
Selain itu, Kelurahan Panggi tercatat sebanyak 78 jiwa terdampak, Manggemaci 426 jiwa, Monggonao 74 jiwa, Rontu 50 jiwa, serta Melayu sebanyak 240 jiwa.
Baca juga: BPBD Mataram distribusikan ratusan karung untuk buat tanggul darurat
Nazamuddin menjelaskan, jumlah warga terdampak krisis air bersih pada awal tahun ini relatif berkurang dibandingkan periode sebelumnya. Namun demikian, jumlah wilayah terdampak diperkirakan meningkat saat memasuki puncak musim kemarau.
"Puncaknya nanti ketika memasuki musim kemarau, wilayah terdampak bisa mencapai 13 kelurahan," ujarnya.
Ia mengatakan, krisis air bersih tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, hingga mencuci.
Khusus di wilayah pesisir seperti Kelurahan Dara, Tanjung, dan Melayu, kualitas air yang tersedia juga tidak layak untuk dikonsumsi karena bersifat payau.
"Air di wilayah pesisir umumnya hanya bisa digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci," katanya.
Baca juga: Lotim masuk darurat kekeringan, empat kecamatan terdampak parah
Pemerintah Kota Bima, lanjut dia, telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) air bersih yang mulai beroperasi di sejumlah kelurahan guna memperluas jaringan distribusi air serta memperbaiki mesin pompa air yang ada.
"Kami berharap dengan adanya program ini persoalan air bersih di Kota Bima bisa dituntaskan secara bertahap," ujarnya.
Selain itu, BPBD Kota Bima juga secara rutin menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di kelurahan terdampak.
Baca juga: Kekeringan di Bima meluas, 1.372 jiwa alami krisis air bersih
Distribusi air bersih tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Sosial Kota Bima, Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima, Polres Bima Kota, serta Bank NTB Syariah.
"Distribusi air bersih ini diberikan secara gratis kepada masyarakat. Khusus BPBD, ada dua armada tangki air yang dikerahkan untuk melayani penyaluran air bersih di setiap kelurahan terdampak," kata Nazamuddin.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026