Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem untuk meminimalkan potensi kerugian akibat anomali cuaca yang diprediksi berlangsung sampai tanggal 26 Januari 2026.
"Bersama kita bisa mewaspadai dan meminimalkan potensi kerugian akibat anomali cuaca," kata Asisten I Setda Kota Mataram H Lalu Martawang di Mataram, Rabu.
Hal tersebut disampaikan menyusul terjadinya perubahan cuaca berupa hujan deras disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi, yang melanda wilayah Kota Mataram selama dua hari terakhir dan berdasarkan prediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) berlangsung sampai 26 Januari 2026.
Terkait dengan itu, Martawang, meminta masyarakat agar mencermati informasi prakiraan cuaca oleh BMKG agar tetap waspada dan mencermati potensi hujan lebat, angin kencang serata gelombang pasang yang berpotensi terjadi.
Baca juga: Dinsos distribusi paket bantuan ke 191 KK terdampak cuaca ekstrem di Mataram
Khusus untuk warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) agar tetap memperhatikan ketinggian air dan meminta anak-anak tidak bermain main di sungai guna mengantisipasi datangnya air secara tiba-tiba yang dapat mencederai bahkan membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa.
"Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan perjalanan untuk waspadai angin kencang yang berpotensi pohon tumbang dan lainnya," katanya.
Sementara sebagai langkah antisipasi, katanya, Posko Siaga Bencana Terpadu Kota Mataram diminta untuk mempersiapkan lebih matang lagi mencermati perubahan cuaca yang diprediksi BMKG akan mengalami peningkatan eskalasi.
Baca juga: Mataram siagakan dana BTT Rp5 miliar antisipasi bencana 2026
Terkait dengan itu, Pemerintah Kota Mataram mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun komitmen yang sama saling bantu, saling mengingatkan, menjaga, dan mengantisipasi ketika ada kondisi yang membuat harus berhadapan pada kenyataan yang tidak dikehendaki bersama.
"Paling tidak, kita bisa saling menguatkan untuk menangani semua dengan memberikan narasi positif dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," katanya.
Baca juga: Ada delapan pohon tumbang akibat angin kencang di Mataram
Baca juga: Perantingan pohon di Mataram ditingkatkan antisipasi cuaca ekstrem