Lombok Timur (ANTARA) - Dugaan perundungan (bullying) yang terjadi di SDN 1 Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, berakhir damai setelah melalui proses klarifikasi dan mediasi.

Proses mediasi yang digelar di Aula Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, dihadiri sejumlah pihak terkait, antara lain perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Puskesmas, pemerintah desa, Polsek, Babinsa, UPTD Dikbud Pringgabaya, kepala sekolah, komite sekolah, pendamping sosial Kementerian Sosial, kepala dusun, serta wali siswa yang diduga korban dan siswa yang diduga pelaku.

Kepala Dikbud Lombok Timur M. Nurul Wathoni di Lombok Timur, Jumat, menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh pihak yang telah membantu menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

"Saya bersyukur permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai. Namun, kami tetap menegaskan agar pihak sekolah dan guru lebih memaksimalkan pengawasan di lingkungan sekolah," ujar Wathoni.

Baca juga: Siswa SD di Lombok Timur jadi korban perundungan hingga kaki patah tulang

Ia juga mengimbau para wali murid agar segera melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah apabila terjadi persoalan, sehingga permasalahan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.

"Kami berharap wali murid, guru, dan semua pihak lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Terkadang persoalan belum jelas akar masalahnya, namun sudah menimbulkan kegaduhan," katanya.

Selain itu, pihak sekolah diminta melakukan pembenahan internal, termasuk memberikan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis siswa yang diduga menjadi korban maupun siswa yang diduga sebagai pelaku.

Dikbud juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarwali murid guna menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan aman bagi anak-anak.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026