Sembalun, Lombok Timur (ANTARA) - Animo wisatawan terutama domestik ke kawasan wisata Sembalun di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada libur Lebaran meningkat drastis.

Pengelola Tangga Bungalow, H. Aras, mengaku animo masyarakat/wisatawan untuk menikmati libur pasca-Lebaran di kawasan wisata Sembalun, sangat tinggi sejak sepekan terakhir, sejumlah penginapan dan destinasi wisata favorit di tempat itu seperti Bukit Pergasingan, Bukit Anak Dara dipenuhi oleh wisatawan domestik yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

"Sejak tanggal 21 itu tamu-tamu sudah mulai berdatangan," ujarnya di Sembalun, Minggu.

Menurutnya, rata-rata penginapan di sekitar jalur pendakian Pergasingan terisi penuh (full booked) selama satu minggu terakhir.

"Alhamdulillah, sangat berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat atau kita yang mengelola jasa wisata," kata Aras.

Baca juga: Libur panjang picu lonjakan pendakian di Gunung Rinjani Lombok

Meski kunjungan domestik meningkat tajam, H. Aras mengakui adanya penurunan signifikan pada segmen wisatawan mancanegara (wisman). Ia menduga eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel, mempengaruhi minat turis asing untuk bepergian.

"Karena eskalasi di Timur Tengah itu semakin meningkat, otomatis berpengaruh terhadap kunjungan mancanegara karena mereka khawatir. Tidak seperti tahun lalu, di mana pertengahan Maret dan April mereka sudah banyak berdatangan," terangnya.

Saat ini, tamu yang mendominasi Sembalun berasal dari Bali, Sumbawa, Jakarta, hingga wisatawan lokal NTB. Menjelang pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani pada 1 April mendatang, H. Aras menyebut belum ada lonjakan pemesanan dari turis asing.

"Untuk sementara belum ada yang booking (bule), hanya satu dua saja yang terlihat. Kita harapkan setelah Rinjani dibuka tanggal 1 April nanti, tamu bule akan semakin banyak," sambungnya.

Baca juga: Festival Rinjani Begawe tandai pembukaan jalur pendakian

Tangga Bungalow sendiri menawarkan paket menginap dengan harga kompetitif mulai dari Rp250.000 hingga Rp550.000, tergantung pada momentum libur dan sistem aplikasi pemesanan. H. Aras juga berencana merilis restoran dengan menu khas daerah untuk menambah daya tarik.

Namun, ia menitipkan pesan kepada pemerintah daerah terkait infrastruktur pendukung, terutama lampu penerangan jalan di jalur lingkar yang kini populer dengan penggunaan skuter dan sepeda listrik.

"Kita minta pemerintah lebih memperhatikan lampu jalan untuk keamanan tamu yang melintas, terutama di malam hari agar anak-anak yang keliling menggunakan skuter merasa nyaman," cetusnya.

Di sisi lain, Jaya Kusuma, seorang wisatawan asal Pringgasela, Lombok Timur yang datang bersama keluarganya, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelayanan pelaku wisata di Sembalun.

"Penerimaan di sini sangat kekeluargaan dan pelayanan-nya sangat baik. Ini salah satu tempat yang kami rekomendasikan," kata Jaya.

Baca juga: Lombok Timur perkuat pariwisata berkelanjutan lewat perda baru

Sebagai pengunjung, Jaya juga memberikan masukan agar pemerintah terus berinovasi dalam mengembangkan fasilitas penunjang. Ia mendukung penuh rencana pembangunan kereta gantung serta pengadaan wahana permainan anak untuk memperkaya pilihan wisata keluarga.

"Kami pernah mendatangi wilayah di luar negeri yang ada kereta gantung-nya, itu pengunjungnya akan semakin banyak. Wahana bermain anak juga sangat perlu di sini, karena potensinya sangat bagus," katanya.

Meski cuaca di Sembalun cukup dingin, hal tersebut tidak menyurutkan niat wisatawan untuk menikmati pemandangan Gunung Rinjani dan deretan bukit yang mengelilingi lembah tersebut.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026