Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat akan memaksimalkan pasar wisata dari Malaysia, Singapura, dan Australia guna menyasar wisatawan mancanegara di tengah menurunnya wisatawan Eropa akibat dampak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia mengakui akibat perang antara Iran, Amerika Serikat dan Israel berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia, termasuk di provinsi itu.

"Kalau di bilang berdampak pasti ada. Berdasarkan data Kemenpar, wisatawan mancanegara dari kawasan Timur Tengah turun sebesar 11 persen ke Indonesia," ujarnya di Mataram, Senin.

Ia mengatakan dampak perang ini berimbas pada terganggunya intensitas penerbangan langsung dari kawasan Eropa dan Timur Tengah khususnya melalui Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

"Selama ini pesawat dari Eropa transit di Dubai, karena ada (perang) akhirnya banyak wisatawan yang tadinya mau berkunjung ke Indonesia,  termasuk NTB, banyak yang membatalkan atau pun menunda," terang Aulia.

Baca juga: Sembalun diserbu wisatawan! Libur Lebaran bikin kaki Gunung Rinjani membludak

Aulia menegaskan menyiasati situasi tersebut, pihaknya akan memaksimalkan untuk mencari wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Australia. Mengingat Malaysia, dan Singapura menjadi hub penerbangan ke Indonesia.

"Makanya ini yang menjadi perhatian pusat dan kita di daerah. Harus ada prioritas yang kita gaet agar jumlah kunjungan kita bertambah," ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menargetkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara pada tahun 2026 sebanyak 2,55 juta lebih. Target jumlah wisatawan ini, sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Sesuai dengan RPJMD yang sudah ditetapkan itu sebanyak 2,550 juta orang," sebut Aulia.

Baca juga: Ribuan wisatawan serbu Bukit Merese Mandalika nikmati sunset pasca-Lebaran

Aulia optimis pariwisata NTB di 2026 akan terus tumbuh seiring dengan penguatan destinasi, akomodasi, promosi, dan dukungan konektivitas transportasi baik udara, darat, dan laut. Termasuk, keterlibatan seluruh pelaku wisata, asosiasi, UMKM, dan masyarakat.

"Ini menjadi ikhtiar kita bersama, bahwa kunjungan wisatawan tidak hanya bicara target semata. Tetapi, bagaimana dunia pariwisata dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Baca juga: Libur Lebaran 2026, Ribuan wisatawan serbu Sirkuit Mandalika

Baca juga: Gubernur NTB minta Bandara Lombok bikin wisatawan betah



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026