Lombok Tengah (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polres) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan tes urine mendadak bagi ribuan personel sebagai upaya memperkuat komitmen pencegahan atau mitigasi penyalahgunaan narkoba. 

"Hari ini sebanyak 1121 anggota Kepolisian Resor Lombok Tengah menjalani tes urine secara mendadak," kata ‎Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto di Lombok Tengah, Senin.

Ia mengatakan seluruh anggota diwajibkan mengikuti pemeriksaan tanpa terkecuali sebagai bagian dari langkah tegas dan serius dalam mendeteksi serta mencegah potensi penyalahgunaan narkoba di internal Polri.

‎"Tes urine terhadap semua anggota ini dilakukan secara spontan/dadakan setelah apel pagi, dan ini bentuk komitmen kami bahwa Polres Lombok Tengah harus bersih dari narkoba," ujarnya.

Baca juga: Lapas Lombok Timur lakukan tes urine warga binaan secara acak

Kapolres AKBP Eko Yusmiarto menegaskan bahwa tes urine ini dilakukan tanpa pemberitahuan agar benar-benar objektif, bahkan Kapolres sendiri menjadi yang pertama bersama para PJU untuk menunjukkan bahwa pimpinan juga harus memberi teladan bagi anggotanya.

Menurutnya, pelaksanaan tes urine ini dilakukan Sat Resnarkoba dan Seksi Dokkes Polres Lombok Tengah dan dilaksanakan secara transparan dan profesional.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh personel yang telah diperiksa negatif dari penggunaan narkoba," ujarnya.

Baca juga: Sebanyak 183 pejabat di Dompu dites urin

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara berkala dan insidental serta tidak direncanakan waktunya guna memastikan seluruh anggota bebas dari pengaruh zat terlarang tersebut.

"Siapa pun yang terbukti terlibat akan kami proses sesuai aturan, kami ingin membangun institusi yang bersih dan dipercaya masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, tes urine ini adalah langkah Polres Lombok Tengah memastikan seluruh personel bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi sehat terbebas dari pengaruh narkoba.

"Sebagai anggota Kepolisian, kami harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, oleh karena itu kami tidak mentolerir penggunaan narkoba dalam bentuk apapun di lingkungan Kepolisian," katanya.

Baca juga: Darurat narkoba, Pj Gubernur dan anggota DPRD NTB jalani tes urine dadakan



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026