Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan kajian untuk kenaikan status bencana dari siaga menjadi tanggap darurat.
"Hari ini kami akan kaji dan pertimbangkan untuk kenaikan status bencana dari siaga ke tanggap darurat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram, Kamis.
Dia menjelaskan salah satu kajian untuk meningkatkan status bencana di Kota Mataram dengan melihat jika terjadi peningkatan eskalasi dan membutuhkan berbagai bantuan vital, seperti perbaikan perumahan, infrastruktur, dan pemakanan.
Di sisi lain, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk penggunaan dana belanja tidak terduga (BTT) untuk membantu para korban bencana akibat cuaca ekstrem.
"Untuk peningkatan status, kami tidak bisa serta merta melakukan tapi harus melakukan kajian dan pertimbangan matang. Jadi saat ini status bencana masih siaga," katanya.
Baca juga: Dapur umum disiapkan untuk nelayan terdampak gelombang pasang di Mataram
Dampak cuaca ekstrem berupa gelombang pasang dengan ketinggian 2-3 meter pada Kamis dini hari menyebabkan 18 rumah nelayan di Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, mengalami rusak berat.
Sebanyak 18 rumah yang rusak tersebut ditempati 25 kepala keluarga (KK) atau sekitar 100 jiwa dan kini sudah mengungsi ke masjid terdekat dan rumah keluarga.
"Untuk membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mulai hari ini Dinas Sosial akan membuka dapur umum," katanya.
Baca juga: Sebanyak 18 rumah nelayan di Mataram rusak akibat gelombang pasang
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan mengatakan dapur umum di Kampung Bugis dipastikan dibuka mulai hari ini dan sekarang sedang dilakukan persiapan di lapangan.
Menurut rencana, dapur umum akan memberikan bantuan makanan siap makan kepada para pengungsi dua kali, yakni siang dan malam.
Layanan dapur umum untuk sementara disiapkan selama tujuh hari ke depan atau bisa jadi diperpanjang sesuai dengan kondisi lapangan dan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Sekarang kami masih menunggu pengajuan peningkatan status tanggap darurat dari BPBD," katanya.
Baca juga: Dinkes jemput bola layani warga Mataram terdampak cuaca ekstrem
Baca juga: Warga Mataram diimbau waspadai cuaca ekstrem hingga 26 Januari
Baca juga: Dinsos distribusi paket bantuan ke 191 KK terdampak cuaca ekstrem di Mataram
Baca juga: Mataram siagakan dana BTT Rp5 miliar antisipasi bencana 2026
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026