Dinkes jemput bola layani warga Mataram terdampak cuaca ekstrem

id Dinas Kesehatan,layanan kesehatan,warga terdampak banjir

Dinkes jemput bola layani warga Mataram terdampak cuaca ekstrem

Kepala Dinkes Kota Mataram dr Emirald Isfihan. ANTARA/Nirkomala

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan kesiapan melakukan jemput bola untuk melayani warga mengalami gangguan kesehatan sebagai dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, genangan, maupun angin kencang.

"Prinsipnya, petugas kami di puskesmas siaga 24 jam. Jika ada laporan warga yang butuh dilayani di rumah, petugas kami siap turun," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan di Mataram, Rabu.

Untuk kesiapsiagaan layanan kesehatan selama cuaca ekstrem, katanya, sudah dilakukan rapat koordinasi dengan 11 kepala puskesmas se-Kota Mataram.

Baca juga: Warga Mataram diimbau waspadai cuaca ekstrem hingga 26 Januari

Para kepala puskesmas berkomitmen untuk siaga memberikan layanan 24 di masing-masing puskesmas dan siap menurunkan petugas apabila dibutuhkan.

"Peran aparat lingkungan, kelurahan, dan kecamatan sangat penting untuk menginformasikan ke kami ketika ada warganya membutuhkan layanan kesehatan langsung ke lokasi," katanya.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perubahan cuaca berupa hujan deras disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi, yang melanda wilayah Kota Mataram selama dua hari terakhir ini berlangsung hingga 26 Januari 2026.

Baca juga: Dinsos distribusi paket bantuan ke 191 KK terdampak cuaca ekstrem di Mataram

Berdasarkan data sementara Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, warga terdampak cuaca ekstrem dan sudah mendapatkan bantuan 191 kepala keluarga (KK) di tiga kelurahan di Kecamatan Ampenan.

Sebanyak tiga kelurahan terdampak banjir dan angin kencang tersebut, meliputi Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar 12 KK, Kelurahan Pejeruk 10 KK, dan Lingkungan Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Utara 169 KK.

"Hingga saat ini, kami belum terima laporan untuk jemput bola layanan kesehatan bagi warga terdampak," katanya.

Ia berharap, masyarakat aktif melakukan pemeriksaan kesehatan ketika mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca.

Baca juga: Mataram siagakan dana BTT Rp5 miliar antisipasi bencana 2026

Asisten I Sekda Kota Mataram Lalu Martawang pada kesempatan sebelumnya mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem untuk meminimalkan kerugian akibat anomali cuaca yang diprediksi berlangsung hingga 26 Januari 2026.

Khusus untuk warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS), katanya, tetap memperhatikan ketinggian air.

Ia juga meminta anak-anak tidak bermain main di sungai guna mengantisipasi datangnya air secara tiba-tiba yang dapat mencederai, bahkan membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa.

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan perjalanan untuk waspadai angin kencang yang berpotensi pohon tumbang dan lainnya.

"Bersama kita bisa mewaspadai dan meminimalkan potensi kerugian akibat anomali cuaca," katanya.

Baca juga: Ada delapan pohon tumbang akibat angin kencang di Mataram
Baca juga: Perantingan pohon di Mataram ditingkatkan antisipasi cuaca ekstrem

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.