Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan produksi jagung di Kota Mataram mengalami penurunan sangat drastis dari 1.141 ton pada tahun 2024 menjadi 36,376 ton tahun 2025.
"Kondisi itu terjadi antara karena IP 3 (Indeks Pertanaman) Kota Mataram dalam setahun 3 kali penanaman, dengan masa 4 bulan dari tanam sampai panen," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Lalu Johari di Mataram, Kamis.
Selain itu, katanya, sesuai hasil evaluasi produksi pangan, produksi jagung turun karena petani yang semula menanam jagung, mulai beralih menanam padi karena ketersediaan air yang cukup untuk tanaman padi, sehingga produksi padi bertambah dan produksi jagung berkurang dengan luas lahan 1.485 hektare.
"Sebelumnya petani menanam jagung karena kurang tersedianya air," katanya.
Baca juga: Pemkot Mataram dukung program tanam jagung serentak 1 juta hektare
Alasan lainnya, kata Johari, penurunan produksi jagung di Kota Mataram dipicu karena petani Kota Mataram sebagian besar adalah petani penggarap yang menyewa lahan pertanian dari pemiliknya.
Karena itu, untuk memaksimalkan keuntungan, petani lebih memilih menanam padi yang perawatannya lebih mudah, harga relatif stabil, penjualan lebih mudah, dan risiko kegagalan lebih kecil dibanding menanam jagung.
Kendati produksi jagung menurun, katanya, produksi tanaman padi pada tahun 2025 mengalami kenaikan.
Baca juga: Polisi di Mataram pupuk tanaman jagung di lahan seluas 3,5 hektare
Untuk produksi padi tahun 2025 mengalami kenaikan dari 23.078 ton pada tahun 2024 menjadi 24.411 ton atau meningkat 1.333 ton dengan persentase 105,78 persen.
Produksi padi mengalami peningkatan signifikan, menurutnya, tidak lepas dari peran tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang memastikan dan melakukan tindakan penanganan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) sehingga dapat terkendali dan tidak mengganggu produksi padi.
OPT terjadi karena dampak musim hujan seperti penggerek batang dan wereng dapat segera ditangani dengan bantuan obat-obatan oleh tim POPT
"Hal itulah, yang membantu peningkatan produksi padi di Mataram, meskipun LBS berkurang," katanya.
Baca juga: BRIDA NTB siapkan inovasi peningkatan produksi komoditas unggulan
Baca juga: Bulog prioritaskan beli jagung NTB untuk capai target satu juta ton
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026