Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi kasus demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.

"Meski hingga saat ini belum ada laporan kenaikan kasus yang signifikan secara drastis, langkah pencegahan dini dinilai sangat krusial," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Jumat.

Imbauan tersebut disampaikan menyikapi kondisi perubahan cuaca di Kota Mataram dalam dua pekan terakhir yang tidak menentu.

Kadang pagi cerah, siang hujan deras. Begitu sebaliknya, sehingga berbagai potensi genangan air bisa memicu timbulnya jentik nyamuk aedes aegypti yang membawa virus penyebab demam berdarah.

Adanya jeda waktu panas di sela-sela hari sebelum hujan dapat memicu munculnya genangan air statis kemudian memicu potensi perkembangan jentik menjadi nyamuk dewasa.

"Kalau hujan terus-menerus, biasanya jentik akan hanyut," katanya.

Data terakhir kasus DBD di Kota Mataram sejak Januari sampai minggu pertama April 2026 tercatat sebanyak 93 kasus.

Meski angka tersebut belum termasuk tinggi, namun Dinkes tetap mengingatkan masyarakat agar waspada dengan melakukan aksi nyata melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Baca juga: Hujan mulai reda, Dinkes Mataram justru ingatkan waspada DBD

"Masyarakat kami harapkan bisa melakukan pengecekan mandiri di rumah masing-masing tanpa harus menunggu instruksi kolektif," katanya.

Emirald mengatakan, setiap individu bertanggung jawab mengecek kebersihan lingkungan rumahnya demi kesehatan keluarga dengan memastikan tidak ada air yang tertampung di wadah-wadah terbuka yang bisa menjadi tempat bertelur nyamuk.

Baca juga: Kasus DBD sepanjang 2025 di Mataram turun

Sementara, Dinkes melalui puskesmas bersama kader, lurah, dan kepala lingkungan terus memantau data secara berkala.

Jika ditemukan tren peningkatan kasus, sistem peringatan dini akan diaktifkan untuk melakukan tindakan penanganan yang lebih masif.

"Sejauh ini, kasus DBD di Mataram masih terkendali. Namun masyarakat tetap kami minta proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026