Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengungkapkan pengerjaan proyek jalan Lenangguar-Lunyuk di Kabupaten Sumbawa yang sempat tertunda selama 5 bulan, kini memasuki tahap akhir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR Perkim) Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan bahwa pengerjaan jalan tersebut siap menuju pengaspalan yang diperkirakan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2026.

"Progres saat ini tinggal belasan persen, mayoritas pekerjaan pada perkuatan tebing lebih dominan dibanding permukaan aspal kurang lebih 5 persen untuk permukaan jalan," ujarnya dikonfirmasi wartawan di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan kalaupun ada keterlambatan kembali, kontraktor akan mendapatkan denda yang jumlahnya bisa mencapai ratusan juta.

"Skema denda ini berdasarkan 1 mil dari sisa nilai kontrak. Perkiraan Rp2 juta sehari, sehingga kalau akumulasi dari Januari-Mei bisa mencapai ratusan juta denda yang harus dibayar," ungkap Kusuma Wijaya.

Sementara untuk kontraktor pelaksana jalan dengan nilai pagu mencapai Rp19 miliar lebih ini tetap sama. Hanya saja, tim pelaksana yang berubah karena tim lama punya pekerjaan lain.

"Jadi, pekerjaan masih berjalan dan sedang progres, dengan beberapa bagian utama sudah selesai, sementara sisa pekerjaan merupakan penyelesaian detail. Kontraktor merekrut tim baru yang diharapkan lebih solid dan bersemangat menyelesaikan kegiatan," terangnya.

Ia mengatakan sejauh ini pemasangan bor pile (pondasi tiang bor) telah selesai untuk mendukung stabilitas tanah. Namun demikian, masih ada pekerjaan dinding penahan dan penutupan permukaan yang harus dirampungkan.

Setelah pengecoran struktur selesai, dilakukan pengecoran rabat untuk bahu kiri/kanan jalan (bukan badan jalan) lalu pengaspalan.

Baca juga: Pemkab Lombok Utara mendukung peningkatan tenaga kerja yang kompeten

"Pengaspalan ditempatkan terakhir untuk menghindari kotoran material selama pengecoran sehingga hasil lebih bersih," ucapnya.

Selain tidak mengganti kontraktor utama, pihaknya juga menegaskan tidak ada perubahan anggaran. Pelaksanaan tetap sesuai kontrak awal (tidak ada kontrak baru).

Ia menambahkan adanya keterlambatan proyek ini sejak dilaksanakan pada 2025, diakibatkan cuaca dengan intensitas hujan tinggi. Bahkan, kondisi lereng yang belum stabil menyebabkan jeda pekerjaan demi keselamatan kerja.

Baca juga: Kajati perintahkan pidsus tangani kasus korupsi dana BOS SMAN 1 Kempo

"Pergerakan tanah menjadi alasan utama menunda beberapa aktivitas sampai stabilitas tercapai. Kebutuhan tenaga yang konsisten, pergantian tim karena ada pekerjaan lain sehingga menyebabkan penyesuaian dan penundaan," katanya.

Lebih lanjut Kusuma Wijaya berharap pengerjaan jalan sepanjang 60 kilometer ini bisa dirampungkan sesuai dengan target yang ditetapkan pada bulan Mei 2026.

"Target operasional fungsional ruas Lendangguar-Lunyuk adalah agar jalan bisa menopang aktivitas masyarakat (Lintasan Lunyuk, Sumbawa hingga Kabupaten Sumbawa Barat KSB)," katanya.






Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026