Lombok Barat (ANTARA) - Pemerintah Privinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen menghidupkan kembali berbagai atraksi kebudayaan lokal sebagai strategi untuk membuat wisatawan menetap lebih lama di daerah tersebut.

"Kami hidupkan kembali budaya-budaya yang ada di semua lapisan masyarakat supaya menjadi sumber ekonomi mereka," kata Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan saat ditemui dalam kegiatan Museum Masuk Sekolah di Lombok Barat, Selasa.

Ihwan mengatakan program menghidupkan kembali atraksi budaya menjadi mandat langsung dari Gubernur NTB agar sektor budaya mampu memperkuat industri pariwisata daerah.

Menurutnya, NTB memiliki banyak potensi budaya yang selama ini belum dikelola secara maksimal sebagai daya tarik wisata. Berbagai pertunjukan budaya yang dulu rutin digelar segera dihidupkan kembali agar menjadi magnet bagi para turis.

"Kami punya Taman Budaya yang dikoneksikan dengan desa-desa," ucap Ihwan.

Lebih lanjut ia menyampaikan penguatan atraksi budaya penting mengingat wisatawan selama ini cenderung tidak tinggal lama, meski Nusa Tenggara Barat memiliki beragam destinasi wisata unggulan dari pantai, gunung, hingga balapan.

Baca juga: Membangkitkan pariwisata di NTB lewat peresean

Dinas Kebudayaan melakukan orkestrasi terhadap seluruh potensi budaya di Nusa Tenggara Barat mulai dari taman budaya, museum, sanggar seni, hingga komunitas penggiat budaya di desa-desa.

Ihwan menegaskan kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan aspek pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi sumber ekonomi baru bagi penduduk setempat.

"Kami orkestrasi semua potensi kebudayaan yang ada di Nusa Tenggara Barat supaya bangkit dan memberikan kehidupan bagi para pelaku budaya," pungkas dia.

Baca juga: NTB menyuguhkan atraksi budaya lokal selama perhelatan MotoGP

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang di NTB pada Maret 2026 tercatat 1,90 hari. Angka itu naik dibanding Februari 2026 yang hanya selama 1,79 hari.

Sementara rata-rata lama menginap tamu hotel non bintang hanya mencapai 1,63 hari.

BPS mencatat selama periode Januari hingga Desember 2025, rata-rata lama menginap tamu hotel di NTB mayoritas masih berada di bawah dua hari.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026