Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan penataan taman sepanjang sekitar 100 meter serta menyiapkan lahan parkir untuk menghilangkan kesan kumuh di beberapa titik strategis kawasan tersebut.

"Fokus utama penataan taman kami menyasar area di sekitar Taman Kolam Angsa hingga ke arah utara dekat SMPN 6 Mataram," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Selasa.

Dikatakan, saat ini terdapat tiga titik yang menjadi perhatian karena kondisinya yang kurang rapi dan terkesan kumuh. Ke tiga lokasi tersebut meliputi area sebelah kolam Angsa, lapak pedagang kaki lima, serta kawasan di utara SMPN 6 Mataram.

DLH Kota Mataram saat ini tengah mengerjakan pembuatan taman sepanjang sekitar 100 meter. Dalam konsepnya tanaman akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan Udayana yang cenderung teduh dan tidak terpapar panas matahari secara langsung.

Jenis tanaman difokuskan pada tanaman hias daun atau tanaman yang tidak memerlukan sinar matahari terik untuk berbunga. DLH juga akan menambah fasilitas berupa pemasangan lampu hias di sepanjang jalan untuk mempercantik estetika kawasan pada malam hari.

Anggaran proyek taman itu menelan biaya sekitar Rp170 juta, di luar anggaran untuk lampu hias.

Baca juga: Dinsos Mataram menyiapkan konsep pembentukan taman anak sejahtera

Saat ini, progres pengerjaan fisik telah mencapai sekitar 40 persen dan pihaknya menargetkan penataan taman itu dapat rampung sepenuhnya dalam waktu satu bulan ke depan.

"Kegiatan penataan taman diambil demi kepentingan masyarakat luas agar kawasan Udayana menjadi lebih asri dan tertib sebagai ikon ruang publik di Kota Mataram," katanya.

Sebagai bagian dari penataan, lanjutnya, sekitar 8 hingga 12 unit lapak pedagang yang saat ini berada di sebelah Kolam Angsa akan segera direlokasi. Rencananya, para pedagang akan dipindahkan ke area utara dekat SMPN 6 Mataram.

Baca juga: Pokdarwis Taman Loang Baloq atur pengamanan malam tahun baru 2026

Lokasi bekas lapak tersebut nantinya akan di tata dengan paving block dan alih fungsi menjadi tempat parkir khusus kendaraan roda dua.

"Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan yang memicu kemacetan lalu lintas," katanya.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026