Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat segera melakukan penataan terhadap lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di samping kandang rusa Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, agar lebih tertib dan rapi.
"Penataan lapak pedagang menjadi prioritas demi estetika kota," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, pihaknya memiliki rencana jangka panjang untuk membuatkan gerobak dan atap permanen yang seragam di sisi kiri dan kanan lapak pedagang.
Rencana itu bertujuan agar kawasan tersebut terlihat rapi dan tidak ada lagi pedagang yang menggunakan tenda terpal warna-warni dan terkesan kumuh.
Kendati demikian, realisasi pengerjaan atap permanen itu masih harus melihat dan menyesuaikan dengan kondisi fiskal atau kemampuan keuangan daerah.
"Untuk penataan PKL, kami coba usulkan kebutuhan anggaran melalui APBD perubahan 2026. Besarannya, segera kami hitung," katanya.
RTH Pagutan kini menjadi salah satu RTH unggulan di Kota Mataram, meskipun berada di pinggiran kota namun tingkat kunjungan terus mengalami kenaikan. Tidak hanya dari warga kota, melainkan juga dari luar Kota Mataram.
Hal itu dipicu karena RTH Pagutan dengan luas mencapai sekitar 8 hektare memiliki fasilitas lengkap sebagai ruang publik terpadu.
Baca juga: Pemkot Mataram segera tata ulang lapak kuliner wisata Teras Udayana
Seperti untuk olahraga karena dilengkapi dengan berbagai alat olah raga dan fasilitas jogging track, rekreasi dengan fasilitas tempat bermain anak yang memadai serta edukasi sebab RTH Pagutan sudah dilengkapi dengan aviari dan koleksi rusa dan bisa menjadi tempat untuk berinteraksi.
Baca juga: Pemkot Mataram usulkan penyeragaman lapak PKL eks Bandara Selaparang
Apalagi, RTH Pagutan di lengkapi dengan "becingah" atau aula pertemuan yang representatif yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. Seperti untuk resepsi pernikahan, pertemuan, rapat-rapat, karena fasilitas penunjang sudah lengkap.
"Bahkan kondisi RTH Pagutan yang rindang juga sangat pas menjadi bumi perkemahan. Untuk mendukung itu, penataan PKL juga perlu dilakukan agar bisa terlihat rapi dan bersih," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026