Mataram (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) keliling dengan menggunakan sepeda motor.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Lalu Ahmad Gunadi, di Mataram, Rabu, mengatakan, layanan adminduk dengan motor menjadi inovasi yang dioptimalkan, karena layanan menggunakan mobil keliling dihentikan sementara.
"Adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis dexlite sangat mempengaruhi biaya operasional," katanya.
Harga dexlite saat ini Rp23.600 per liter atau naik Rp9.400 per litar dari sebelumnya Rp14.200 per liter, sehingga pelayanan Dukcapil dengan menggunakan mobil minibus dihentikan sementara.
Menurut dia, layanan dengan mobil keliling sejauh ini dinilai efektif untuk menjangkau kalangan pelajar yang masuk usia 17 tahun, dan layanan kawasan yang rentan administrasi, dan layanan adminduk bisa langsung jadi.
Baca juga: Dukcapil menghadirkan layanan adminduk di Lapas Perempuan Mataram
Sementara layanan dengan menggunakan sepeda motor dapat menjangkau penyandang disabilitas dan rentan administrasi, termasuk warga usia lanjut yang berada di akses jalan terbatas serta warga yang sedang dirawat di rumah sakit.
Akan tetapi pelayanan menggunakan motor keliling mempunyai fungsi terbatas sebab tidak dilengkapi dengan alat pencetak kartu tanda penduduk (KTP) dan lainnya.
Oleh karena itu, pencetakannya tidak bisa langsung di tempat, seperti layanan mobil keliling.
Baca juga: Mataram menyiapkan 4.000 blangko KTP penyesuaian status pekerjaan PNS
Terkait dengan hal itu, untuk mengoptimalkan layanan kembali dengan menggunakan mobil keliling, Dukcapil akan mengusulkan tambahan anggaran BBM ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Kami sudah usahakan untuk tambahan anggaran, tinggal menunggu arahan kepala daerah," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026