"Tiga puskesmas tersebut meliputi Puskesmas Tanjung Karang, Cakranegara, dan Puskesmas Mataram,"
Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menargetkan sebanyak 11 puskesmas se-Kota Mataram tahun 2026, membuka layanan fisioterapi sebagai upaya pemerataan dan mendekatkan layanan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Selasa, mengatakan, dari 11 puskesmas se-Kota Mataram saat ini baru tiga puskesmas yang membuka layanan fisioterapi.
"Tiga puskesmas tersebut meliputi Puskesmas Tanjung Karang, Cakranegara, dan Puskesmas Mataram," katanya.
Dari hasil evaluasi layanan fisioterapi di tiga puskesmas tersebut, layanan fisioterapi dinilai efektif dan diminati masyarakat. Kondisi itu disebabkan karena antrean di rumah sakit yang cenderung lama, sementara kebutuhan pasien akan protokol terapi fisik cukup tinggi.
Dengan adanya layanan di puskesmas, warga dapat mengakses terapi dengan lebih cepat dan lokasi yang lebih dekat dari rumah.
Layanan fisioterapi di puskesmas diberikan secara gratis bagi peserta BPJS Kesehatan, untuk meningkatkan dan mendekatkan layanan masyarakat dalam memulihkan, memelihara, mengembangkan fungsi dan gerak tubuh pasien.
"Karena itu, kami menargetkan puskesmas yang belum aktif membukan layanan fisioterapi untuk segera tahun ini mulai bukan," katanya.
Layanan fisioterapi merupakan layanan yang diberikan oleh fisioterapis kepada individu dan populasi untuk mengembangkan, mempertahankan, dan mengembalikan gerakan maksimum serta kemampuan fungsional sepanjang rentang hidup.
Layanan tersebut, katanya, diberikan dalam situasi di mana gerakan dan fungsi tubuh seseorang terancam oleh faktor penuaan, cedera, rasa sakit, penyakit, gangguan, kondisi, atau faktor lingkungan, dengan pemahaman bahwa gerakan fungsional adalah inti dari kesehatan.
Melalui layanan fisioterapi, masyarakat yang bisa ditangani untuk mengurangi nyeri otot dan sendi, pemulihan pasca cedera atau pascaoperasi.
"Selain itu juga untuk rehabilitasi stroke dan gangguan neurologis latihan fungsi serta kekuatan setelah lama tidur atau imobilisasi," katanya.
Emirald mengatakan, untuk pengadaan layanan fisioterapi tersebut dilakukan secara mandiri oleh masing-masing puskesmas sebab 11 puskesmas di Kota Mataram saat ini sudah berstatus BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).
"Karena itu, untuk meningkatkan layanan, kami berharap semua puskesmas bisa berinovasi membuka layanan-layanan baru yang dibutuhkan masyarakat," katanya.
Selain pengembangan layanan medis, tambah Emirald, seluruh puskesmas di Kota Mataram kini telah menerapkan sistem antrean digital. Inovasi ini mencakup untuk antrean Online yang terintegrasi dengan aplikasi BPJS Kesehatan (Mobile JKN).
Di puskesmas bahkan sudah tersedia anjungan pendaftaran mandiri (APM) untuk memudahkan pasien mendaftar secara mandiri melalui mesin ATM pendaftaran.
"Penerapan sistem itu diharapkan dapat mengurai penumpukan pasien dan memberikan kepastian waktu pelayanan bagi masyarakat Mataram," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026