Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan operasi pasar elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram untuk meredam kelangkaan dan lonjakan harga di masyarakat menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Samsudin mengatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan distribusi kembali normal dan harga sesuai dengan ketentuan.
"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Pertamina, dan Hiswana Migas untuk melakukan operasi pasar di titik-titik yang teridentifikasi mengalami kelangkaan agar kembali sesuai dengan harga eceran tertinggi," ujar dia saat dihubungi di Mataram, Kamis.
Samsudin mengantarkan pemerintah juga menindaklanjuti permohonan tambahan pasokan atau extra dropping yang diajukan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas NTB.
Permohonan tambahan pasokan elpiji tiga kilogram diajukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama periode libur nasional pada Mei 2026.
Baca juga: Dirut Bulog meminta jajaran di daerah operasi pasar MinyaKita
Hiswana Migas mengusulkan agar penyaluran elpiji tetap dilakukan secara penuh atau 100 persen pada sejumlah tanggal libur nasional, yakni 1 Mei 2026 (Hari Buruh), 14 Mei 2026 (Kenaikan Yesus Kristus), dan 27 Mei 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
"Hal ini diajukan untuk menjamin kelancaran pasokan kepada masyarakat. Kami telah menindaklanjuti permohonan rekomendasi tersebut," kata Samsudin.
Pemerintah NTB memastikan stok elpiji bersubsidi dalam kondisi cukup, baik secara regional maupun nasional. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aksi pembelian berlebih karena dapat dapat memperburuk kondisi distribusi di lapangan.
Baca juga: Safari Ramadhan di Mataram dirangkai operasi pasar murah
Samsudin berharap distribusi elpiji bersubsidi kembali stabil dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan energi dengan harga yang wajar melalui kombinasi operasi pasar dan tambahan pasokan secara penuh pada Mei 2026.
"Kami pastikan negara hadir untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat NTB dalam merayakan Idul Adha," ujar dia.
Pada 2026, NTB mendapatkan alokasi kuota elpiji tiga kilogram sebanyak 130.802 metrik ton yang tersebar di seluruh kabupaten/kota dengan rincian Lombok Barat 20.343 metrik ton, Lombok Tengah 24.784 metrik ton, Lombok Timur 30.591 metrik ton, Lombok Utara 6.207 metrik ton, Kota Mataram 17.798 metrik ton.
Sedangkan Kabupaten Sumbawa sebanyak 11.003 metrik ton, Dompu 5.495 metrik ton, Bima 7.914 metrik ton, Sumbawa Barat 3.112 metrik ton, dan Kota Bima mencapai 3.555 metrik ton.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026