"Selama ini biaya pakan menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam. Dengan adanya pabrik pakan di Dompu, distribusi akan lebih efisien, harga lebih stabil, dan peternak bisa lebih berdaya saing,"

Dompu (ANTARA) - Tim gabungan dari pemerintah pusat dan mitra strategis melakukan peninjauan lapangan (site visit) untuk memastikan kesiapan lahan pembangunan pabrik pakan ternak di Desa Suka Damai, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Tim tersebut terdiri dari perwakilan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, PT Berdikari, serta konsultan Boston Consulting Group (BCG).

Kunjungan itu turut dihadiri Bupati Dompu Bambang Firdaus bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan unsur pemerintah daerah lainnya.

Bupati Dompu Bambang Firdaus mengatakan pembangunan pabrik pakan merupakan bagian penting dari program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang tengah didorong pemerintah daerah untuk memperkuat sektor peternakan.

"Selama ini biaya pakan menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam. Dengan adanya pabrik pakan di Dompu, distribusi akan lebih efisien, harga lebih stabil, dan peternak bisa lebih berdaya saing," ujarnya.

Menurut dia, kehadiran pabrik pakan juga akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.

"Produksi jagung Dompu sangat melimpah, namun belum sepenuhnya berdampak pada pendapatan daerah. Dengan adanya pabrik pakan, hasil petani bisa terserap langsung dan harga lebih terjaga," katanya.

Politisi Gerindra itu berharap, seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung percepatan realisasi pembangunan pabrik pakan tersebut agar manfaatnya segera dirasakan oleh peternak dan masyarakat luas.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, mengatakan pembangunan pabrik pakan ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan pakan unggas yang selama ini masih bergantung dari luar daerah.

Ia juga mendorong agar ke depan produksi pakan tidak hanya difokuskan pada unggas, tetapi juga mencakup ternak lain seperti sapi yang menjadi komoditas unggulan di NTB.

"Kami berharap PT Berdikari dapat mengembangkan produksi pakan untuk berbagai jenis ternak guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak," ujarnya.

Riadi menambahkan, bahwa kebutuhan pakan ternak merupakan kebutuhan bersama seluruh masyarakat NTB, sehingga proyek tersebut diharapkan memberikan dampak yang luas bagi perekonomian daerah.

Pabrik pakan yang direncanakan akan dibangun dengan kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan Dompu dan berpotensi menyuplai wilayah lain di NTB. Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Manggelewa dan sekitarnya.

Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan verifikasi kondisi fisik lahan, aksesibilitas, serta kesiapan infrastruktur pendukung seperti jalan dan sumber air. Selain itu, juga dikaji potensi pengembangan kawasan industri pakan yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026