Bima (ANTARA) - STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima memperluas peran strategisnya dalam penguatan pendidikan karakter di Kabupaten Bima melalui penambahan 20 sekolah dasar sasaran pengimbasan.

"Perluasan tersebut merupakan tindak lanjut kolaborasi antara STKIP Taman Siswa Bima dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima, sehingga cakupan program meningkat dari 14 menjadi 34 satuan pendidikan dasar," kata perwakilan akademisi STKIP Tamsis Bima dalam keterangan tertulis, Selasa.

Menurutnya, model pendampingan berbasis refleksi, data, dan kolaborasi yang digagas STKIP Taman Siswa Bima dinilai efektif mendorong perubahan praktik pendidikan karakter dari kegiatan seremonial menjadi pembiasaan nyata di lingkungan sekolah.

"Pendampingan ini kami rancang tidak hanya menyentuh aspek moral, tetapi juga karakter kinerja seperti tanggung jawab, ketekunan, dan disiplin yang terintegrasi dalam pembelajaran,” kata

Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), STKIP Taman Siswa Bima mengawal seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan, implementasi di lapangan, hingga evaluasi berbasis data di setiap sekolah sasaran.

Program ini juga didukung oleh INOVASI NTB dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan NTB dalam aspek teknis dan penguatan mutu pelaksanaan.

Rangkaian intervensi diawali melalui forum penyamaan persepsi pada 10 Maret 2026 di kampus STKIP Taman Siswa Bima, yang menghasilkan kerangka kerja operasional, termasuk pembentukan tim pelaksana dan pemetaan awal kondisi sekolah.

Selanjutnya, tim melakukan studi baseline ke Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat pada 8-10 April 2026 guna mengadopsi praktik baik yang relevan dengan konteks daerah.

Hasil kajian tersebut kemudian menjadi dasar dalam penguatan program yang disosialisasikan kepada pengawas dan pimpinan sekolah sebelum diperluas ke 20 sekolah tambahan.

Kepala Bidang Dikdas Dikbudpora Kabupaten Bima, Husnul Khatimah, menyatakan perluasan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pemerintah daerah terhadap model pendampingan yang dikembangkan STKIP Taman Siswa Bima.

Menurut dia, sekolah sasaran tambahan dipilih berdasarkan wilayah binaan pengawas yang telah terhubung dengan 14 sekolah dampingan awal, sehingga proses pengimbasan dapat berjalan lebih cepat dan terarah.

Dalam implementasinya, sekolah didorong melakukan refleksi berbasis data untuk mengidentifikasi persoalan utama seperti disiplin belajar, tanggung jawab siswa, dan keteladanan guru, sebelum menyusun langkah perbaikan yang realistis.

Baca juga: Mahasiswa STKIP Tamsis Bima bidik lima emas Porprov NTB 2026

Secara substansial, program ini mengintegrasikan penguatan karakter dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, sekaligus mendorong guru dan tenaga kependidikan menjadi teladan utama bagi siswa.

Dengan capaian perluasan hingga 34 sekolah, STKIP Taman Siswa Bima dinilai berhasil memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan pendidikan daerah, sekaligus menghadirkan model pembinaan karakter yang berkelanjutan di tingkat sekolah dasar.

Baca juga: Tujuh mahasiswa STKIP Tamsis Bima ikuti program mobilitas Internasional di kampus Malaysia

Adapun beberapa sekolah sasaran tambahan yang mulai bergerak adalah SD IT Al-Farih Woha dengan program "Mori Ma Raso", SDN Inpres Talabiu dengan program "MATUPA", dan SDN Pandai dengan program "KALEA".

Sekolah-sekolah ini telah memulai proses refleksi tingkat sekolah yang didampingi pengawas pembina Ruslin, M.Pd dan Ni Made Sutini, S.Pd. Proses tersebut, dilakukan dengan mengambil pelajaran dari praktik baik yang telah dijalankan di 14 sekolah prioritas karakter tahap awal.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026