Bima (ANTARA) - STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memperkuat integritas karakter civitas akademika melalui Gerakan Subuh Berjamaah yang menjadi bagian dari penguatan nilai moral dan spiritual di lingkungan kampus.
Kegiatan tersebut, kini memasuki edisi ke-15 dan digelar secara rutin setiap bulan sebagai upaya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan etika di tengah tantangan dunia akademik yang semakin kompleks.
Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, mengatakan program tersebut dirancang sebagai instrumen pembinaan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas.
"Gerakan ini menjadi bagian dari strategi kami untuk memastikan bahwa proses pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga penguatan nilai-nilai moral dan spiritual dalam praktik keseharian civitas akademika," ujarnya.
Baca juga: Dari bengkel ke doktor, Kisah Shutan Arie Shandi
Menurut dia, penguatan karakter melalui pendekatan rohaniah menjadi penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang harmonis, produktif, serta berorientasi pada pembangunan peradaban jangka panjang.
Dalam ceramah subuh, Ust. Abdul Haris, S.Pd.I, mahasiswa S2 Pedagogi STKIP Tamsis Bima, menekankan pentingnya kesadaran spiritual sebagai fondasi integritas dalam kehidupan akademik.
Baca juga: PGSD STKIP Taman Siswa Bima matangkan strategi kuliah semester genap 2025/2026
"Mengingat kematian bukanlah tentang kepasrahan, melainkan cara untuk mengarahkan hidup kita agar lebih bermakna dan penuh integritas,” katanya di hadapan dosen dan mahasiswa.
Ia menjelaskan, bahwa kecerdasan intelektual tanpa landasan moral yang kuat berpotensi menimbulkan disfungsi etika dalam praktik keilmuan. Oleh karena itu, konsistensi dalam ibadah dinilai penting sebagai benteng dalam menjaga profesionalisme dan kejujuran.
Data internal menunjukkan partisipasi civitas akademika dalam kegiatan tersebut terus meningkat pada setiap pelaksanaannya. Hal ini dinilai sebagai indikator tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya ruang penguatan spiritual di lingkungan pendidikan tinggi.
Secara kelembagaan, peningkatan partisipasi tersebut juga berkontribusi pada penguatan keterikatan emosional antaranggota organisasi yang berdampak pada peningkatan kinerja dan loyalitas.
Melalui program ini, STKIP Tamsis Bima menargetkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih empatik dan suportif, sekaligus mendorong peningkatan kualitas riset dan pengajaran yang berlandaskan etika.
Ke depan, kampus berkomitmen mengembangkan Gerakan Subuh Berjamaah dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu serta melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap dampaknya terhadap budaya kerja dan kesejahteraan mental civitas akademika.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026