Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025 tercatat 556 kasus atau turun di bandingkan tahun 2024 sebanyak 614 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Jumat, mengatakan dari hasil evaluasi kasus DBD tahun 2025 dan 2024, sama-sama tidak ada kasus kematian.
"Sementara itu, kasus DBD periode 1-15 Januari 2026, baru didata hanya tiga kasus. Kondisi itu kami nilai masih landai dan belum ada laporan signifikan," katanya.
Kendati demikian, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar menjaga lingkungan terutama di puncak musim hujan dengan terus membersihkan barang-barang yang berpotensi menampung atau menjadi genangan air.
"Kondisi kebersihan lingkungan sangat mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk demam berdarah serta menjadi fondasi kesehatan keluarga," katanya.
Baca juga: Warga Mataram diimbau gencarkan pemberantasan sarang nyamuk
Menurut Emirald, penurunan kasus DBD tersebut menjadi satu indikasi terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sekitarnya.
Selain itu, masyarakat juga aktif melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) minimal satu kali seminggu, atau 1-2 hari setelah terjadi hujan.
Gerakan PSN 4 plus dan pengasapan (fogging) sudah ditetapkan menjadi program rutin untuk dilakukan di setiap kelurahan, sehari sampai dua hari setelah hujan.
Baca juga: Musim hujan, Dinkes Mataram gencarkan edukasi masyarakat cegah kasus DBD
Hal itu sebagai langkah antisipasi mencegah berkembang biak jentik nyamuk DBD pada genangan-genangan dari sisa air hujan yang ada di sekitar lingkungan warga.
"Kami tidak mau lagi menerapkan strategi seperti tim pemadam kebakaran, yang bekerja saat terjadi kasus DBD. Tapi, harus melakukan upaya pencegahan," katanya.
Karena itu, kegiatan PSN 4 plus dan fogging dilaksanakan secara bergotong-royong bersama warga dengan petugas dari puskesmas di wilayah kerja masing-masing.
Baca juga: Tren positif, Kasus DBD di Mataram alami penurunan
Empat plus yang dimaksudkan meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, dan memantau jentik secara berkala.
Gerakan PSN 4 plus ini jauh lebih efektif dari pada fogging yang hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak bisa membunuh jentik.
"Jentik harus kami berantas langsung. Tim kami di puskesmas juga aktif turun mendampingi warga melakukan PSN 4 plus," katanya.
Baca juga: Warga Mataram diminta waspadai DBD dampak anomali cuaca