Bima (ANTARA) - STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke panggung global, melalui kolaborasi multikultural internasional yang melibatkan mitra perguruan tinggi dan peserta dari berbagai negara, sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal.
Kegiatan tersebut, diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dan dihadiri tamu internasional dari tiga benua, berlangsung di Auditorium Sudirman STKIP Tamsis Bima, Kamis.
"Forum ini tidak hanya diisi dengan agenda akademik, tetapi juga dirangkai dengan pertunjukan seni dan budaya yang menampilkan identitas lokal Bima dalam suasana multikultura," kata Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, kepada ANTARA, Jumat.
Ia mengatakan, kolaborasi internasional tersebut merupakan bentuk komitmen institusinya untuk mengambil peran strategis dalam percaturan global, sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah mampu berkontribusi di tingkat internasional.
"STKIP Taman Siswa Bima bersama UMMAT secara konsisten menjadi perguruan tinggi di Pulau Sumbawa yang berani menghadirkan kegiatan internasional dengan melibatkan tamu dari berbagai negara dengan jumlah yang siginifikan. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk menyebarkan kabar baik (good news is good news) melalui kerja nyata," ujarnya.
Baca juga: STKIP Tamsis Bima-UMMAT hadirkan program Internasional GCIIP 2026 di Bima
Menurut Ibnu, internasionalisasi yang dibangun Tamsis tidak hanya berorientasi pada penguatan institusi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang inklusif bagi sivitas akademika dan masyarakat.
"Nilai lokal su’u sawa’u, sia sawale (bahasa lokal Bima) menjadi semangat dalam membangun jejaring global yang berakar pada budaya sendiri," tegasnya.
Melalui Kantor Urusan Internasional (KUI), kampus bervisi beradab itu terus mendorong penguatan kerja sama luar negeri. Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengumumkan rencana pengiriman tujuh mahasiswa dan dosen untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional di Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Sementara itu, Kepala KUI UMMAT, Asbah, M.Hum, mengapresiasi kesiapan STKIP Taman Siswa Bima dalam menyelenggarakan kegiatan berskala internasional.
Baca juga: STKIP Taman Siswa Bima raih penghargaan penelitian terbanyak di LLDIKTI Award 2025
Ia menilai, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa gagasan akademik dapat diwujudkan dalam praktik nyata yang berdampak luas.
"Kegiatan ini menunjukkan kesiapan Tamsis dalam membangun jejaring global. Ke depan, kolaborasi semacam ini perlu terus dikembangkan secara lintas multisektoral menuju universitas yang transformatif," katanya.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan berbagai unsur pendidikan. Penampilan diawali oleh UKM Seni Terompet STKIP Tamsis Bima dan Teater Mbojo oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Sejumlah sekolah di Kota dan Kabupaten Bima turut ambil bagian, di antaranya SMAN 2 Kota Bima, SMAN 1 Kota Bima, SMAN 1 Woha, SMA Swasta KAE, serta SD IT Cendekia Kabupaten Bima.
Mahasiswa asing peserta program Global Cross-Cultural and International Immersion Program (GCIIP) juga, menampilkan pertunjukan budaya dari negara masing-masing, menciptakan ruang dialog budaya yang setara dan saling menghargai. Selain itu, santri dari Pondok Tahfiz Al-Wafa Woha dan Pondok Tahfidz As-Siddiqiyah Kota Bima, serta puluhan guru dan siswa SDN 5 Kota Bima, turut memeriahkan acara.
Beragam seni tradisi khas Bima seperti Tari Sere, Lojo Nggengge, Gambus, pembacaan puisi perjuangan pendiri kampus, hingga kolaborasi angklung dan lagu daerah Bima menjadi daya tarik utama. Pemutaran video kepahlawanan Sultan Muhammad Salahuddin turut memperkuat pesan sejarah dan identitas lokal dalam forum internasional tersebut.
Baca juga: STKIP Taman Siswa Bima resmi buka program magister
Baca juga: Ketua STKIP Tamsis Bima bedah kampus pinggiran menuju kelas nasional
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026