Bima (ANTARA) - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII memilih STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima sebagai pusat pelaksanaan pendampingan akselerasi jabatan fungsional dosen di wilayah Bima dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Program tersebut difokuskan pada pendampingan penilaian angka kredit dosen menyusul pemberlakuan regulasi, petunjuk teknis, dan sistem baru pengusulan jabatan akademik tahun 2026.

Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, mengatakan penunjukan kampusnya sebagai pusat kegiatan menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi di wilayah timur NTB.

"Kegiatan ini membantu memfasilitasi hubungan institusi dengan dosen, serta institusi dengan lembaga layanan pendidikan. Ini menjadi spirit untuk tetap berada di jalur yang benar dalam pengembangan karier," ujarnya saat membuka kegiatan di Gedung Beradab STKIP Taman Siswa Bima, Senin.

Ia menjelaskan, STKIP Taman Siswa Bima saat ini menjadi salah satu perguruan tinggi dengan volume pengajuan data dosen terbesar di Bima, sehingga dipandang strategis untuk menjadi pusat koordinasi pendampingan akademik.

Menurut dia, perguruan tinggi di Pulau Sumbawa masih menghadapi tantangan dalam peningkatan jumlah Guru Besar jika dibandingkan dengan kampus-kampus di Pulau Lombok.

Karena itu, kata dia, kehadiran langsung LLDikti Wilayah VIII di daerah menjadi langkah penting untuk mempercepat pemahaman dosen terhadap sistem pengusulan jabatan akademik yang kini semakin terintegrasi secara digital.

Perwakilan LLDikti Wilayah VIII, Anak Agung Gede Gria Pemecutan, mengatakan seluruh mekanisme pengusulan jabatan akademik tahun 2026 mengalami perubahan mendasar, mulai dari regulasi, petunjuk teknis hingga sistem administrasi berbasis digital.

"Tahun 2026 ini aturan baru, juknis baru, dan sistemnya juga baru. Masih ada beberapa aspek teknis yang butuh disesuaikan. Kami berharap kampus-kampus di Bima bisa segera melahirkan Guru Besar baru," katanya.

Baca juga: UMMAT tambah guru besar bidang Reading in ELT

Ia menyebut, LLDikti Wilayah VIII saat ini membina sekitar 7.000 dosen di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sehingga pendekatan langsung ke daerah dinilai penting guna meminimalkan kendala administratif dalam proses pengusulan jabatan akademik.

Selain membahas penilaian angka kredit, pendampingan tersebut juga menitikberatkan pada sinkronisasi data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), penyusunan roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat, serta penguatan kualitas publikasi ilmiah dosen.

Baca juga: STKIP Taman Siswa Bima raih penghargaan penelitian terbanyak di LLDIKTI Award 2025

Kegiatan itu turut melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Bima, yakni Universitas Nggusu Waru, Universitas Mbojo Bima, dan STKIP Harapan Bima.

Melalui program tersebut, LLDikti Wilayah VIII bersama STKIP Taman Siswa Bima berharap percepatan jabatan akademik dosen dapat memperkuat mutu pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi di Pulau Sumbawa.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026