Kota Bima (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kota Bima, H. Muhammad Fakhrunraji, memimpin rapat pembahasan progres pelaksanaan Program National Urban Flood Resilience Project (NU-FREP), yang berlangsung di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima, Kamis.
Rapat tersebut digelar sebagai upaya evaluasi terhadap capaian pelaksanaan program NU-FREP yang sedang berjalan sekaligus membahas berbagai kendala teknis dan administratif yang dihadapi di lapangan. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perangkat daerah terkait yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program.
Dalam rapat itu, masing-masing perangkat daerah menyampaikan laporan perkembangan kegiatan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Laporan tersebut mencakup realisasi program, hambatan yang dihadapi, serta langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
Baca juga: Bima dilanda banjir dua hari, 664 KK terdampak
Sekda menekankan, pentingnya sinergi dan koordinasi lintas perangkat daerah agar pelaksanaan Program NU-FREP dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia meminta setiap kendala yang muncul segera dikoordinasikan untuk dicarikan solusi bersama sehingga tidak menghambat pencapaian target program.
"Program NU-FREP memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketahanan Kota Bima terhadap risiko banjir perkotaan. Karena itu, seluruh pihak harus bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Fakhrunraji menegaskan, pentingnya percepatan dan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan, terutama dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di Kota Bima saat ini.
"Seluruh tahapan pekerjaan harus dilaksanakan sesuai jadwal tanpa mengurangi kualitas hasil," tandasnya.
Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Bima berharap pelaksanaan Program NU-FREP dapat terus berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko banjir serta peningkatan kualitas lingkungan perkotaan di Kota Bima.
Baca juga: Warga terdampak banjir Wera-Ambalawi tempati huntara bantuan BNPB