Bima dilanda banjir dua hari, 664 KK terdampak

id Bencana Hidrometeorologi, Banjir Bima, BPBD Kabupaten Bima

Bima dilanda banjir dua hari, 664 KK terdampak

Air cokelat menggenangi rumah, lumpur menempel di dinding, dan jalan desa tertutup longsor. Selama dua hari berturut-turut, Rabu–Kamis (7–8/1/2026), banjir dan tanah longsor mengubah rutinitas warga di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bima

Bima (ANTARA) - Bencana hidrometeorologi kembali terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, selama dua hari berturut-turut pada Rabu–Kamis (7–8/1). Luapan sungai menyebabkan genangan air setinggi 30 hingga 80 sentimeter di kawasan permukiman dan berdampak pada 664 kepala keluarga (KK) atau 1.856 jiwa.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima mencatat, pada Rabu (7/1) banjir melanda empat kecamatan, yakni Woha, Bolo, Soromandi, dan Sanggar. Bencana tersebut mencakup delapan desa dan 15 rukun tetangga (RT) dengan total 456 KK atau 1.244 jiwa terdampak.

“Sejumlah rumah warga terendam, aktivitas masyarakat lumpuh, dan akses transportasi antardesa terganggu akibat genangan air dan material lumpur,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima Muhammad Nurul Huda di Bima, Jumat.

Baca juga: Warga terdampak banjir Wera-Ambalawi tempati huntara bantuan BNPB

Pada Kamis (8/1), banjir kembali terjadi di tiga kecamatan, yakni Monta, Bolo, dan Soromandi. Kejadian ini meliputi tiga desa dengan 19 RT dan berdampak pada 208 KK atau 612 jiwa.

“Meski genangan air di beberapa lokasi mulai surut, warga masih harus membersihkan rumah dari lumpur dan sisa material banjir,” ujarnya.

Selain banjir, BPBD juga melaporkan terjadinya tanah longsor di Desa Kalampa, Kecamatan Woha. Longsor dengan tinggi sekitar 2,1 meter dan panjang 14 meter tersebut menutup akses jalan permukiman berupa gang warga.

Baca juga: Hilang 6 jam, Bocah di Bima ditemukan meninggal setelah terbawa arus sungai

Nurul Huda menyebutkan, hingga Kamis sore tidak terdapat laporan korban jiwa. Namun, puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, terutama pada bagian dinding, lantai, dan perabotan rumah tangga.

Sebagian besar wilayah terdampak merupakan daerah dataran rendah dan bantaran sungai. Kondisi drainase yang kurang memadai serta pendangkalan sungai akibat sedimentasi dinilai mempercepat terjadinya luapan air saat hujan lebat.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi. Warga juga diminta segera mengamankan barang berharga serta melaporkan kondisi darurat kepada aparat desa atau petugas kebencanaan setempat.

Baca juga: Banjir bima putuskan akses dan tewaskan anak
Baca juga: Pemkab Bima tetapkan status darurat bencana selama 14 hari

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.