Sumbawa Barat (ANTARA) - Bupati Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Amar Nurmansyah menyatakan pemerintah daerah mengedepankan pengelolaan sampah terintegrasi untuk mencegah terjadinya bencana alam.
"Penting menjaga kelestarian lingkungan untuk keamanan bersama," katanya pada kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Kecamatan Maluk di Sumbawa Barat, Rabu.
Ia mengatakan pemerintah daerah berkomitmen membangun sistem pengelolaan terpadu melalui penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS) dan dukungan anggaran untuk pembentukan bank sampah di desa-desa.
"Saat ini PT Amman telah memprogramkan pengelolaan sampah terintegrasi di Kecamatan Jereweh, Maluk, dan Sekongkang," katanya.
Baca juga: Sumbawa Barat targetkan penambahan 5 TPS3R di 2025
Pemerintah daerah juga telah membebaskan lahan di Desa Benete untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah terintegrasi dan profesional, dengan alur pengolahan dari TPS ke TPA hingga proses sanitary landfill di Taliwang.
"Targetnya pada 2027 Kabupaten Sumbawa Barat dapat masuk kategori kabupaten/kota bersih," katanya.
Ia mengatakan banyaknya suku dan latar belakang di Kecamatan Maluk justru menjadi perekat persatuan, karena keberagaman adalah kekuatan.
"Semangat kebersamaan harus terus kita jaga agar Maluk tetap harmonis,” ujarnya.
Baca juga: Sumbawa Barat tingkatkan pengelolaan sampah demi Adipura
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampahnya ke sungai dan tetap ikut menjaga kelestarian dengan membuang sampah pada tempatnya, sehingga tidak terjadi bencana alam.
"Kami imbau masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan," katanya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya telah genap satu tahun sejak pelantikan.
Ia mengingatkan bahwa peluncuran Kartu Sumbawa Barat Maju dilakukan pada 20 Mei bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, sebagai simbol komitmen kebangkitan pelayanan publik.
"Tahun 2026 diharapkan tidak ada lagi kendala dalam implementasi program tersebut," katanya.
Baca juga: Sampah di Pantai Pulau Kenawa Sumbawa Barat
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026