Sumbawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan sosialisasi program Kartu Sumbawa Barat Maju sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan sapi Bali di sektor agribisnis peternakan.

"Program agribisnis peternakan sapi ini merupakan program strategis yang layak dan pantas untuk dijalankan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis kelompok," kata Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah saat acara sosialisasi di Kantor Desa Lampok Kecamatan Brang Ene di Sumbawa Barat, Selasa.

Ia mengatakan desain dan konsep program telah disusun secara matang, dan keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada kesungguhan dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Saya perlu melihat kesungguhan bapak-bapak semua. Karena yang akan mengerjakan ini adalah keterlibatan aktif anggota kelompok. Tanpa keseriusan, program ini tidak mungkin berjalan,” katanya.

Baca juga: Bupati Amar: Pengabdian guru wujudkan Kartu Sumbawa Barat Maju

Ia mengatakan Kecamatan Brang Ene dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki potensi besar melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKM). Di wilayah ini terdapat empat kelompok HKM yang mengelola lahan seluas kurang lebih 1.000 hektare. 

"Lahan tersebut dinilai sangat potensial untuk mendukung program agribisnis peternakan sapi," katanya.

Ia mengatakan HKM ini sudah memiliki lahan yang dikuasai, memiliki kelompok dan sumber daya manusia yang siap menjadi tenaga kerja langsung dalam program.

"Siapa yang bekerja, dialah yang akan mendapatkan manfaatnya. Semua diatur secara kelompok, bukan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.

Baca juga: Kartu Sumbawa Barat Maju jadi contoh Dinkes se-Indonesia

Dalam program ini, pemerintah akan memberikan dukungan penuh berupa pembangunan kandang kolektif, penyediaan pakan, serta bantuan bibit ternak. 

Tahap awal akan difokuskan pada pengembangan sapi Bali dengan pola intensif untuk penggemukan dan pemerintah juga merencanakan pengalokasian sapi eksotik setelah tahap awal berjalan optimal.

“Untuk tahap pertama ini mulai dengan sapi Bali. Tahun depan, baru rencanakan sapi eksotik. Kami awali dulu dengan yang sudah dikuasai dan sesuai kondisi daerah,” ujarnya.

Baca juga: Sebanyak 51 ribu warga dapat kartu Sumbawa Barat maju

Baca juga: Bupati Sumbawa Barat mengkawal penyaluran kartu layanan pendidikan



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026