Sumbawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan gerakan penanaman rumput gajah dalam rangka memperkuat agribisnis ternak sapi.

"Ini menjadi awal transformasi peternakan tradisional menuju skala industri modern," kata Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah saat acara penanaman rumput gajah di Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, Jumat.

Ia mengatakan untuk mewujudkan hal itu diawali dengan penyediaan pakan ternak berkualitas, dimana terdapat dua jenis pakan utama yang dikembangkan, yaitu rumput gajah dan lamtoro.

"Inisiatif tersebut diambil untuk menjawab tantangan pasar daging yang saat ini selalu dibutuhkan, terutama di perusahaan yang ada di wilayah Sumbawa Barat," katanya.

Ia mengatakan selama ini pasar tersebut sulit ditembus, karena standar kualitas dan harga yang ketat.

"Hanya satu cara kita penuhi standar mereka agar mengambil apa yang kita punya. Kita sesuaikan kualitas dan harganya," katanya.

Baca juga: Indonesia, Australia perkuat kemitraan agribisnis melalui A-SEABX

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mendatangkan investasi untuk mengoperasikan kembali Rumah Potong Hewan (RPH) yang sempat beroperasi pada 2013.

"RPH ini dijadwalkan mulai memproduksi daging berkualitas pada September 2026," katanya.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan lahan seluas 67 hektare di Kecamatan Brang Ene telah disiapkan sebagai pusat penggemukan, yang saat ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan.

Baca juga: Mentan ajak mahasiswa tak ragu jadi wirausaha pertanian

"RPH hanya akan menerima sapi dengan berat minimal 300 kilogram," katanya

Untuk mencapai itu, pemerintah membangun ekosistem plasma pengembangan dimana peternak menggemukkan sapi usia 1,5–2 tahun (berat 200 kg) menjadi siap potong dalam waktu singkat.

Pemerintah memberikan dukungan penuh pada tahun pertama, mulai dari pemberian bibit, pembangunan kandang standar industri, fasilitas air, hingga gudang pakan senilai Rp400 juta per kelompok.

Sebagai langkah berkelanjutan, bupati juga melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan lapangan.

"Dengan pendampingan ini, diharapkan program agribisnis sapi ini mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat secara nyata dan konsisten," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026