Lombok Timur (ANTARA) - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyatakan petugas gabungan saat ini sedang fokus melakukan pemadaman kebakaran lahan hutan di Kawasan Savana Propok Resort Aikmel kawasan Gunung Rinjani Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardi di Lombok Timur, Selasa, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 11.00 WITA di Kawasan Savana Propok 2 pada koordinat 50 446438 E dan 9067279 S.

"Kebakaran kemudian meluas hingga mencapai Kawasan Savana Propok 1 yang didominasi oleh vegetasi savana kering," katanya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kelompok Pengelola Savana Propok segera melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan 15 orang yang bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 13.00 WITA.

Baca juga: TNGR: Pendaki cedera dievakuasi menggunakan helikopter

"Pemadaman dilakukan secara intensif hingga pukul 18.00 WITA," katanya.

Namun demikian upaya pemadaman belum berhasil mengendalikan seluruh titik api karena keterbatasan personel, logistik, dan peralatan pemadaman yang tersedia di lapangan. Hingga pukul 19.00 WITA api masih terpantau aktif pada beberapa bagian kawasan yang terdampak.

"Mengingat kondisi telah memasuki malam hari dengan tingkat pencahayaan yang sangat terbatas, serta mempertimbangkan faktor keselamatan personel yang bertugas, kegiatan pemadaman dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (3/6) pagi," katanya.

Ia mengatakan Balai TNGR terus melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan para pihak terkait guna mendukung upaya penanganan kebakaran secara efektif serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap ekosistem kawasan.

Baca juga: TNGR catat wisatawan Gunung Rinjani mencapai 1.505 pendaki pada libur panjang

"Kami mengimbau seluruh masyarakat, pengunjung kawasan, pelaku wisata alam, petani, peternak, dan para pendaki, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Kondisi vegetasi yang semakin kering pada musim kemarau menyebabkan kawasan hutan dan savana menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.

Oleh karena itu masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, antara lain pembakaran lahan, pembakaran sisa-sisa vegetasi, membuang puntung rokok sembarangan, maupun menyalakan api tanpa pengawasan yang memadai

"Balai TNGR juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran dengan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api, asap, atau indikasi kebakaran di dalam maupun di sekitar kawasan hutan," kata Astekita Ardi.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026