Sebanyak 156 prodi spesialis kedokteran dibuka tahun ini

id Presiden RI, Prabowo Subianto, program studi kedokteran, Kemendikti Ristek, Kemnlenterian Kesehatan

Sebanyak 156 prodi spesialis kedokteran dibuka tahun ini

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kanan) bersama Wamendiktisaintek Stella Christie (kedua kiri) menyampaikan keterangan pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Presiden Prabowo mengumpulkan dan berdiskusi dengan 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam rangka bertukar pandangan strategis dibidang pendidikan untuk menempatkan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia sebagai pilar utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah RI menerbitkan izin pembukaan 156 program studi spesialis dan subspesialis kedokteran untuk memperkuat layanan kesehatan nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, menyebut kebijakan itu merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Kemendikti Saintek bersama Kementerian Kesehatan.

"Kementerian Kesehatan telah menerbitkan 156 izin prodi spesialis baru, 126 prodi spesialis dan 30 prodi subspesialis," ujar Brian dalam pertemuan dialog antara Presiden RI Prabowo Subianto dan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut berdampak langsung pada peningkatan jumlah mahasiswa kedokteran. Pada awal 2026, total penambahan mahasiswa baru tercatat mencapai 3.150 orang.

"Saat ini terdapat sekitar 5.000, sehingga total menjadi 8.650 mahasiswa," katanya.

Baca juga: Prabowo target buka 30 fakultas kedokteran baru

Selain sektor kesehatan, Brian juga melaporkan bahwa dukungan pendanaan riset nasional terus mengalami peningkatan.

Saat ini, total anggaran penelitian telah melampaui Rp8 triliun, baik yang dikelola oleh Kemendiktisaintek maupun bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Rasio anggaran riset terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kini mencapai 0,34 persen.

Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo, kata Brian, riset nasional diarahkan agar tidak berjalan sendiri, tapi menjadi jembatan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata industri nasional dengan Danantara sebagai lokomotif penggerak.

Baca juga: Unram membuka prodi spesialis kedokteran kelautan

Dikatakan Brian, beberapa kajian terkait industri dalam negeri yang tengah dikerjakan yaitu pengembangan industri tenaga surya hingga pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

"Beberapa kajian terkait industri nasional yang sedang dikerjakan antara lain pengembangan industri tenaga surya atau solar cell, logam tanah jarang, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir, industri semikonduktor, industri sepatu, tekstil, kosmetik," ujarnya.

Selain itu, kata Brian, kajian lainnya juga menyasar ketahanan pangan, yaitu bawang putih, kedelai, dan gandum.

Baca juga: Kedokteran Unram mengajukan pembukaan empat prodi dokter spesialis

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.