"Sejak tahun kemarin, mesin-mesin yang masih prototype di sini sudah kita lakukan uji coba dengan menggandeng pelaku-pelaku usaha mikro, khusus yang produktif, itu kita kasih pinjam pakai,"
Mataram (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka layanan pinjam pakai beragam purwarupa atau prototype mesin untuk masyarakat, khususnya bagi yang masih produktif menjalankan usaha dalam skala mikro.
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi di Lombok Barat, Jumat, mengatakan, layanan langsung ini menjadi bagian dari strategi dalam penyempurnaan sistem kerja prototype mesin sekaligus pengembangan usaha masyarakat.
"Sejak tahun kemarin, mesin-mesin yang masih prototype di sini sudah kita lakukan uji coba dengan menggandeng pelaku-pelaku usaha mikro, khusus yang produktif, itu kita kasih pinjam pakai," katanya.
Selama periode pinjam pakai, jelas dia, BRIDA NTB secara berkala memantau kualitas prototype mesin. Jika ada yang dirasa kurang maksimal dalam penggunaan atau terdapat kerusakan pada sistem kerja, BRIDA NTB secara intensif melakukan perbaikan dan pemeliharaan.
"Jadi, sebelum nantinya kita patenkan, diuji coba dulu di lapangan," ucap dia.
Seperti prototype mesin pemanggang kopi. Usai melakukan uji coba dengan sistem pinjam pakai pada salah satu kelompok usaha mikro di Pulau Lombok, prototype mesin tersebut kini sudah menjadi acuan baku dalam pembuatan alat baru, bahkan secara massal.
"Yang kemarin itu jadinya karena kita lihat sudah lancar, bahkan sudah bisa ekspor hasil produk kopinya ke luar negeri, prototype kita tarik lagi dan mereka (kelompok usaha) sekarang sudah punya alat paten sendiri seperti prototype ini," ujarnya.
Pada tahun 2027, lanjut dia, BRIDA akan membuat prototype-prototype baru, khususnya yang kerap menjadi kebutuhan massal, baik yang menunjang usaha maupun keseharian masyarakat.
"Itu makanya, pada tahun ini saya minta tim untuk identifikasi, mendata, apa saja alat berteknologi yang mendukung masyarakat, yang secara massal banyak dibutuhkan," ucap Aryadi.
Identifikasi tahun ini juga sekaligus dalam upaya menyukseskan program direktif Gubernur NTB, yakni Desa Berdaya, program yang memprioritaskan soal pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata.
"Tiga prioritas yang masuk program Desa Berdaya ini tentu harus juga kita dukung dari segi teknologi. Inilah upaya dari BRIDA NTB untuk terus berinovasi," katanya.
Baca juga: BRIDA NTB mengembangkan teknologi biodigester
Baca juga: Inspektorat telusuri penelantaran pabrik pengolahan jagung BRIDA NTB
Baca juga: NTB percepat proyek listrik arus laut di Selat Alas
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026