"Kami sangat mengapresiasi SMA yang setiap tahun membuat film. Kami terus mendorong, termasuk SMK agar pengembangan perfilman semakin baik,"

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat ikhtiar membangun industri kreatif daerah melalui sektor perfilman yang menyasar para pelajar sekolah menengah atas maupun sekolah vokasi.

"Kami sangat mengapresiasi SMA yang setiap tahun membuat film. Kami terus mendorong, termasuk SMK agar pengembangan perfilman semakin baik," kata Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB Tarmidzi dalam pernyataan di Mataram, Jumat.

Tarmidzi mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Lombok Foundation untuk mencetak sineas muda sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif daerah.

Lokakarya perfilman bagi pelajar SMA dan SMK seluruh Nusa Tenggara Barat juga digagas sebagai langkah membangun ekosistem perfilman berbasis sekolah.

Program itu menjadi langkah strategis pemerintah NTB untuk menumbuhkan komunitas dan ekosistem perfilman di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang memiliki nilai edukasi dan budaya.

"Kami ingin NTB memiliki kelompok-kelompok atau komunitas perfilman yang bisa menghidupkan industri kreatif," ucap Tarmidzi.

Pemerintah NTB menyadari pengembangan perfilman di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi mendorong kreativitas pemuda sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Nusa Tenggara Barat saat ini masih berada di angka 25 dan masuk kategori rendah. Oleh karena itu, pemerintah mencoba membuka ruang kreativitas baru bagi pelajar melalui industri perfilman.

Lokakarya perfilman tidak sekadar berorientasi kreativitas, namun juga menjadi media edukasi sosial bagi generasi muda. Salah satu isu yang diangkat dalam karya film pelajar adalah persoalan merariq kodeq atau pernikahan usia anak.

"Kami juga memasukkan isu merariq kodeq supaya masyarakat memahami dampaknya. Jadi saat menonton film, ada edukasi yang didapat," pungkas Tarmidzi.

Pemerintah NTB menargetkan kelak lahir sineas-sineas muda daerah yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menghadirkan karya yang membawa pesan edukatif, memperkuat budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan industri kreatif NTB di masa depan.

Baca juga: Polisi selidiki dugaan suap fee proyek Fornas 2025 lewat Dispora NTB

Baca juga: Polisi telusuri pidana laporan dugaan suap Dispora NTB

Baca juga: Polisi usut dugaan suap proyek fasilitas olah raga Dispora NTB

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026