"Memang ada kendala pada mesin pengering, terutama di bagian panel sensor. Saat ini kami masih menunggu alat pengganti datang,"

Dompu (ANTARA) - Kerusakan mesin di fasilitas Corn Drying Center (CDC), milik Perum Badan Urusan Logistik (Bulog)di Kabupaten Dompu menyebabkan proses penyerapan jagung petani untuk sementara mengalami keterlambatan.

Kepala Gudang Bulog Dompu, Angga Aditya, mengatakan kerusakan terjadi pada panel sensor mesin pengering jagung di fasilitas CDC Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, sejak Sabtu lalu.

"Memang ada kendala pada mesin pengering, terutama di bagian panel sensor. Saat ini kami masih menunggu alat pengganti datang," ujarnya kepada ANTARA, Jumat.

Ia menjelaskan, perbaikan mesin diperkirakan rampung minggu ini dan fasilitas kembali dapat digunakan pada 12 Mei 2026.

Menurut Angga, kerusakan mesin tersebut berdampak pada terbatasnya kemampuan Bulog dalam menerima jagung petani karena proses pengeringan belum dapat berjalan optimal.

Selain terkendala kerusakan mesin, kata dia, pihaknya juga menghadapi keterbatasan kapasitas gudang sewa yang digunakan untuk penyimpanan sementara karena saat ini dalam kondisi penuh.

"Gudang sewa yang ada saat ini sudah penuh, dan saat ini sedang kami upayakan gudang tambahan," katanya.

Meski demikian, Bulog memastikan proses penyerapan tetap berjalan secara bertahap sambil menunggu perbaikan mesin CDC dan kesiapan gudang tambahan agar distribusi hasil panen petani tidak terganggu dalam jangka panjang.

Diketahui, CDC Bulog merupakan fasilitas pengeringan dan penyimpanan jagung curah milik Bulog dengan kapasitas sekitar 9.000 ton. Fasilitas tersebut berfungsi untuk melakukan proses drying dan storage hasil panen petani guna menjaga kualitas jagung sekaligus membantu stabilisasi harga di tingkat petani.

Perum Bulog sendiri, menargetkan penyerapan jagung petani di Kabupaten Dompu mencapai 19.600 ton dengan harga pembelian Rp6.400 dan Rp6.250 per kilogram. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani sekaligus memberikan kepastian pasar pada musim panen.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026