Mataram (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sedang menyusun kajian komprehensif berbasis data akurat dan kontemporer guna menciptakan solusi penanganan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kepala BRIDA Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Selasa, mengatakan penanganan sampah pada masa depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu metode tunggal.

"Tapi diperlukan pendekatan yang melibatkan kolaborasi terpadu berbagai inovasi pengelolaan sampah," katanya.

Mulai dari program pemilihan sampah dari rumah, kata dia, pengembangan maggot, insinerator, Program Lingkungan dengan Sampah Nihil (Lisan), bank sampah, tempah dedoro, serta inovasi-inovasi lainnya.

Semua inovasi itu, menurut dia, akan dikaji mana yang nilai paling efektif untuk dilaksanakan dan dapat menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Karena itu BRIDA Mataram melibatkan banyak pihak, selain dari pemerintah juga dari akademisi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, dalam kegiatan tersebut. "Hasil kajian kami targetkan rampung akhir tahun 2026," katanya.

Ia mengatakan beberapa program penanganan sampah yang sudah berjalan itu akan diintegrasikan dan diperkuat efektifitasnya sebab penanganan sampah dengan cara apapun tidak akan efektif jika hanya menggunakan satu pendekatan.

Misalnya, kata dia, penanganan dengan insinerator yang selama ini dinilai efektif, namun metode ini diakui baru mampu menangani sekitar 20 persen volume sampah di Kota Mataram yang mencapai sekitar 250 ton per hari. Begitu juga dengan inovasi-inovasi lainnya.

Baca juga: BRIDA NTB ubah limbah TPA Kebon Kongok jadi energi biogas

"Penanganan sampah dengan cara apapun tidak akan efektif, jika hanya menggunakan satu pendekatan. Untuk itu semua metode, mulai dari pemilahan di hulu hingga teknologi di hilir, harus terpadu," katanya.

I Nyoman Swandiasa mengatakan proses pengkajian tersebut saat ini sedang berlangsung dengan melibatkan para akademisi untuk memastikan aspek ilmiah terpenuhi.

Selain itu pihaknya juga berkoordinasi erat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis agar hasil kajian dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan, bukan sekadar teori akademik.

Baca juga: Brida NTB dorong paten jadi motor pertumbuhan ekonomi daerah

Bahkan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram juga telah menyusun peta jalan penanganan sampah yang akan berjalan simultan dengan kajian dari BRIDA.

Targetnya, hasil akhir kajian berupa skenario penanganan sampah yang paling tepat untuk karakteristik Kota Mataram akan diserahkan kepada Wali Kota Mataram pada akhir tahun ini.

"Dengan adanya kajian ini, kami harapkan tantangan ketidakkonsistenan program di masa lalu dapat teratasi, sehingga Kota Mataram memiliki strategi jangka panjang yang solid dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026