Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram mempromosikan batik khas Mataram di ajang Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) yang berlangsung pada 15-17 Mei 2026 di Lombok Epicentrum Mall.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram Jemmy Nelwan di Mataram, NTB, Jumat, mengatakan langkah itu diambil sebagai strategi memperluas pasar sekaligus memperkuat identitas kreatif Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut.

"KK-NTB menjadi wadah strategis untuk mempromosikan produk lokal unggulan, khususnya Batik Mataram," katanya.

Dikatakan, ajang KK-NTB yang diinisiasi oleh Bank Indonesia menjadi momentum penting untuk memamerkan koleksi terbaru batik khas Mataram dengan dua kreasi batik khas Kota Mataram, yaitu Batik Kerang Mutiara dan Batik Gerbang Sangkareang.

Kedua motif batik khas Kota Mataram merupakan bentuk seni dan warisan budaya yang kaya dan memiliki peran penting dalam memperkuat identitas serta semakin menguatkan identitas budaya Kota Mataram.

Oleh karena itu, lanjut Jemmy, dalam ajang tersebut, Kota Mataram menampilkan produk-produk tematik seperti busana batik, perlengkapan dekorasi rumah (home decor) seperti bantal busa dan taplak meja berbahan tenun batik.

Baca juga: Gubernur NTB dorong perubahan strategi pemasaran kerajinan tangan

"Ibu Wali Kota Mataram sekaligus Ketua Dekranasda Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana juga akan ikut serta dalam 'fashion show' menggunakan batik
Mataram bersama perwakilan lainnya," katanya.

Melalui inisiatif ajang tersebut, diharapkan Batik Mataram dapat dikenal lebih luas secara masif oleh masyarakat nasional maupun internasional, serta mampu menggerakkan roda ekonomi berbasis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Mataram.

Baca juga: Menteri UMKM melarang sementara "marketplace" naikkan biaya layanan

Jemmy menambahkan saat ini pusat produksi dan galeri Batik Mataram masih dipusatkan di Kantor Dekranasda Kota Mataram.

Meskipun jumlah perajin terbatas, namun aktivitas produksi terus berjalan secara rutin, terutama pada hari Sabtu dan Minggu.

"Satu bulan, minimal kami bisa produksi 10 lembar batik tulis dengan empat orang perajin. Jika ada pesanan, kami bisa produksi lebih," katanya.

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026