Mataram (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Nusa Tenggara Barat mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, khususnya paten, sebagai instrumen strategis pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Brida NTB, I Gede Putu Aryadi mengatakan arah pembangunan daerah 2025-2029 menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD guna mendukung visi NTB Makmur Mendunia.

"Target tersebut hanya dapat dicapai melalui penguatan ekosistem inovasi yang berkelanjutan," ujarnya usai kegiatan diseminasi paten dengan tema "Dari Inovasi Daerah Menuju Paten yang Bernilai Ekonomi" di Mataram, Rabu.

Baca juga: BRIDA NTB dorong perlindungan hukum kakao di Lombok Utara

Menurutnya, produk-produk hasil riset dan inovasi perlu didorong untuk memperoleh pelindungan paten, sehingga memiliki kepastian hukum dan nilai tambah ekonomi.

"Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat terhubung (link and match) dengan dunia industri dan pasar," tegas mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB ini.

Baca juga: Sekitar 200 motif tenun asal NTB didaftarkan HAKI

Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

"Sinergi lima unsur ini diyakini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem inovasi yang produktif dan berdaya saing," ujar Aryadi.

Aryadi berharap jumlah permohonan dan perolehan paten di wilayah NTB dapat meningkat secara signifikan pada tahun 2026. Karena peningkatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi NTB sebagai daerah inovatif, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi menuju NTB yang benar-benar makmur dan mendunia.

Baca juga: Kemenkumham NTB ingatkan pentingnya pendaftaran paten peneliti



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026