Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan penanganan pasca-banjir di lingkar Mandalika diprioritaskan di beberapa titik yang mendesak untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam kembali.

"Penanganan diprioritaskan yang mendesak, seperti pengerukan drainase di beberapa titik," kata Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah HM Nursiah di Lombok Tengah, Kamis.

Ia mengatakan pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi bersama pemerintah provinsi dan pengelolaan kawasan Mandalika serta para investor di kawasan tersebut.

"Penanganan pasca-banjir dilakukan secara gotong royong untuk sementara," katanya.

Baca juga: Banjir Mandalika jadi momentum evaluasi tata kelola hulu-hilir

Selanjutnya dalam rapat koordinasi tersebut disimpulkan untuk menetapkan wilayah rawan bencana, sehingga bisa dilakukan penanganan.

"Banjir itu akibat cuaca hujan dan drainase tertutup lumpur," katanya.

Ia mengatakan untuk pembangunan sistem jaringan baru membutuhkan kajian, sehingga dilakukan penanganan sementara dengan revitalisasi sungai dan drainase di kawasan tersebut.

"Sistem jaringan sudah ada, namun terjadi pendangkalan. Jika dilakukan perawatan rutin terkendala anggaran," katanya.

Baca juga: Banjir Mandalika! Legislator NTB Desak Pemda Tindak Tegas Villa Ilegal

Sebelumnya pada 23-25 Februari wilayah lingkar Mandalika terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan tanah di perbukitan tergerus dan menutupi drainase.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian material dan aktivitas pariwisata di wilayah sempat terganggu, karena akses jalan tertutupi lumpur.

Selain itu dampak cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kecamatan Praya Timur, Pujut, dan Praya Barat, terendam banjir.

Baca juga: Diterjang banjir, Personel Polres Lombok Tengah turun bersihkan lumpur di Mandalika

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, 1.500 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana alam di tiga kecamatan tersebut.

Dalam peristiwa bencana alam tersebut tidak ada korban jiwa, namun kendaraan sejumlah warga juga terpendam banjir serta pohon tumbang di beberapa titik akibat angin kencang.

"Kondisi saat ini memang akses jalan telah bisa lewati. Namun, harus dilakukan intervensi untuk mencegah terjadinya banjir kembali," katanya.

Baca juga: Banjir lingkar Mandalika Surut, lalu lintas kembali normal
 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026