Mataram (ANTARA) - Pimpinan Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat Mara Kamin Siregar memastikan stok beras dan jagung di gudang Bulog wilayah NTB dalam kondisi melimpah sehingga memungkinkan dilakukannya mobilisasi nasional (movenas) ke sejumlah daerah tujuan, khususnya Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam keterangan resmi di Mataram, Kamis, Mara Kamin Siregar mengatakan, pihaknya menerapkan strategi distribusi antarwilayah melalui program movenas guna menjaga keseimbangan pasokan serta memastikan stabilitas harga komoditas pangan tetap terjaga.

Ia menjelaskan bahwa stok beras dan jagung yang tersedia di gudang Bulog NTB saat ini relatif melimpah sehingga sebagian pasokan dialokasikan ke daerah yang membutuhkan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi nasional Bulog dalam mengelola logistik pangan secara merata.

"Dengan stok yang cukup melimpah, kami mengatur strategi distribusi melalui movenas ke wilayah yang membutuhkan, yaitu Bali dan NTT. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan serta mendukung ketahanan pangan nasional," katanya.

Data Bulog menunjukkan bahwa realisasi mobilisasi nasional sepanjang 2025 untuk komoditas beras mencapai sekitar 30,3 ribu ton, sedangkan jagung mencapai sekitar 23,5 ribu ton. 

Sementara itu, hingga awal Maret 2026, realisasi movenas untuk komoditas beras telah mencapai sekitar 6.073 ton.

Baca juga: Bulog NTB pastikan stok pangan aman selama HBKN 2026

Menurut Mara, dua wilayah utama tujuan pengiriman tersebut adalah Bali dan NTT yang secara kebutuhan pasokan pangan sering kali bergantung pada suplai dari NTB. Provinsi ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pangan yang berperan penting dalam mendukung distribusi beras nasional.

Selain menjaga stabilitas pasokan di daerah tujuan, kebijakan distribusi tersebut juga menjadi bagian dari langkah antisipatif Bulog NTB dalam menghadapi musim panen raya yang diperkirakan akan meningkatkan volume produksi gabah dan beras di daerah.

Ia menambahkan bahwa pengiriman stok keluar daerah menjadi strategi penting untuk menjaga kapasitas penyimpanan di gudang Bulog tetap tersedia. Dengan ruang gudang yang cukup, Bulog dapat lebih optimal menyerap hasil panen petani di berbagai wilayah di NTB.

Baca juga: Potensi pasar beras RI di Arab Saudi cukup besar

"Kami ingin memastikan penyerapan hasil panen petani di NTB tetap optimal. Karena itu, distribusi ke luar daerah menjadi salah satu solusi agar stok di gudang tetap terkendali dan tidak menumpuk," ujarnya.

Lebih lanjut, Mara menilai program movenas tidak hanya berperan dalam mengelola stok logistik pangan, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga baik di tingkat petani maupun konsumen. Dengan distribusi yang terencana, potensi gejolak pasokan di daerah tujuan dapat diminimalkan.

Bulog NTB juga terus melakukan koordinasi intensif dengan kantor pusat Bulog serta wilayah penerima distribusi agar proses pengiriman berjalan sesuai kebutuhan dan jadwal yang telah ditetapkan.

Melalui strategi tersebut, Bulog optimistis ketersediaan pangan di kawasan Bali dan Nusa Tenggara tetap terjaga, sekaligus memastikan produksi petani di NTB, dapat terserap secara maksimal.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026