Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan seorang anak perempuan berusia 12 tahun di daerah itu positif terjangkit penyakit Influenza A (H3N2) subclade K atau dikenal sebagai Super Flu.
Kepala Dinkes NTB dr Lalu Hamzi Fikri di Mataram, Rabu, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terkait dengan perkembangan Super Flu tersebut di daerah setempat.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sequencing influenza yang diterima pada 5 Januari 2026, terkonfirmasi 1 kasus positif Influenza A (H3N2) subclade K pada seorang anak perempuan berusia 12 tahun," ujarnya.
Temuan kasus positif Super Flu ini, setelah pihaknya mengirim delapan sampel spesimen yang berasal dari anak-anak bergejala pada 10 November 2025 ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Warga Mataram diimbau tak panik terkait penyakit super flu
Menindaklanjuti temuan kasus yang terjadi pada 5 November 2025, pihaknya segera melakukan penyelidikan epidemiologis dan penanganan di lapangan. Pemeriksaan serta pemantauan ketat dilakukan terhadap kontak erat dan lingkungan sekitar kasus selama dua kali masa inkubasi virus influenza.
"Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan kasus tambahan, sehingga klaster kasus ini dinyatakan berhasil dikendalikan pada November 2025," katanya.
Meskipun demikian, pihaknya menegaskan bahwa situasi belum sepenuhnya bebas risiko,
mengingat potensi penularan ulang masih dapat terjadi seiring meningkatnya mobilitas penduduk dan masuknya musim hujan yang umumnya disertai peningkatan kasus flu.
Sebagai upaya kewaspadaan berkelanjutan, pihaknya memperkuat pemantauan kasus ILI (Influenza Like Illness) serta ISPA/Pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca juga: Bali tingkatkan kewaspadaan super flu
Pemantauan juga dilakukan melalui surveilans sentinel ILI dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection) untuk mendeteksi secara dini potensi peningkatan kasus yang tidak biasa.
"Data SKDR dianalisis setiap minggu dan hingga saat ini tidak menunjukkan lonjakan signifikan kasus ILI, ISPA, maupun pneumonia," ujarnya.
Hamzi Fikri menekankan peran aktif masyarakat penting dalam mencegah peningkatan Super Flu.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), memastikan istirahat dan asupan nutrisi yang cukup, mengisolasi diri saat sakit, menggunakan masker, segera berobat apabila gejala memburuk, serta mematuhi anjuran petugas kesehatan.
Dinkes NTB juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah bertindak cepat dan sigap dalam menangani kasus ini.
Melalui koordinasi yang baik, mulai dari tingkat puskesmas hingga laboratorium regional, kasus yang ada dapat diidentifikasi dan dikendalikan dalam waktu singkat.
"Dengan kerja sama seluruh pihak, pihaknya optimistis kejadian luar biasa (KLB) dapat dicegah serta masyarakat NTB dapat terlindungi dari penyebaran Influenza A(H3N2) subclade K maupun penyakit menular lainnya," katanya.
Influenza A(H3N2) merupakan flu musiman (seasonal influenza) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H3N2. Secara umum, gejala Influenza A menyerupai flu musiman, antara lain demam, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, hidung berair, nyeri otot (myalgia), serta rasa tidak enak badan (malaise).
Dibandingkan jenis influenza lainnya, tingkat keparahan Influenza A lebih tinggi dibandingkan A (H1N1)pdm09 dan Influenza B. Sebagai langkah pencegahan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan imunisasi influenza musiman.
WHO melalui data epidemiologis terkini juga menyampaikan bahwa subclade K hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit dibandingkan flu biasa.
Namun demikian, varian ini tetap menjadi perhatian karena penyebarannya yang cepat secara global sejak Agustus 2025 dan telah terdeteksi di berbagai negara.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat hingga akhir 2025 terdapat 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.
Baca juga: Pramono sebut belum ada kasus "super flu"