Mataram, NTB (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat nominal dana simpanan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp50,8 triliun yang menunjukkan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala LPS Wilayah II Bambang Hidayat mengatakan dana simpanan tersebut tercermin dari pertumbuhan jumlah rekening perbankan sebesar 7,94 persen per Januari 2026.

"Total rekening mencapai 10 juta, kemudian total simpanan sebanyak Rp50,8 triliun," ujar dia dalam pernyataan di Mataram, NTB, Jumat.

Bambang menuturkan kondisi itu menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah lantaran terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dalam menempatkan dana di sektor perbankan.

Baca juga: LPS jaga stabilitas perbankan demi pemerataan ekonomi

Menurut dia, tren peningkatan dana simpanan pada perbankan menjadi modal penting bagi para pemangku kepentingan untuk terus mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat.

"Ini perkembangan yang positif dan bisa menjadi model bagi seluruh pemangku kepentingan daerah untuk membantu perekonomian di NTB," kata Bambang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan cakupan penjaminan simpanan di Nusa Tenggara Barat tergolong sangat tinggi mencapai 99,99 persen nasabah, karena mayoritas nasabah masuk dalam kategori simpanan di bawah batas maksimal penjaminan Rp2 miliar.

Baca juga: LPS menyiapkan dana Rp1 triliun bangun kantor di IKN

Angka perlindungan nasabah yang sangat tinggi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar dana masyarakat di sektor perbankan NTB berada dalam kategori simpanan yang aman.

Dari sisi struktur simpanan, imbuh Bambang, mayoritas rekening nasabah berada pada kelompok simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta.

"Porsi terbesar tentu saja simpanan-simpanan yang berada dalam pengelompokan paling rendah di bawah Rp100 juta," sebut dia.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026