
Karapan kerbau gerakkan ekonomi warga di Sumbawa Barat

Sumbawa Barat (ANTARA) - Bupati Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Amar Nurmansyah mengatakan selain untuk melestarikan tradisi dan budaya, karapan kerbau (lomba pacuan kerbau) dapat menggerakkan ekonomi masyarakat serta para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Kegiatan ini sekaligus mengawali rangkaian kalender resmi karapan kerbau 2026 yang direncanakan berlangsung secara berkelanjutan di beberapa lokasi," kata Amar Nurmasnyah saat acara karapan kerbau atau Barapan Kebo di Stadion Karapan Kerbau Bentiu di Sumbawa Barat, Minggu.
Ia mengatakan karapan kerbau bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan identitas budaya yang harus terus dirawat dan dikembangkan secara positif.
"Karapan Kerbau sebagai warisan budaya yang mengandung nilai sportivitas, kebersamaan dan kearifan lokal," katanya.
Baca juga: Koalisi desak pemerintah hentikan eksploitasi joki anak di pacuan kuda NTB
Pemerintah daerah mendukung penuh agar tradisi ini terus hidup, sekaligus memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan karapan kerbau sebagai ruang silaturahim dan persatuan, tidak hanya bagi masyarakat Sumbawa Barat, tetapi juga antar kabupaten.
“Melalui kegiatan seperti ini, semua saling bertemu, saling menyapa dan saling menyampaikan kabar baik. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga,” katanya.
Pelaksanaan karapan kerbau di awal tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga simbol kuat bahwa tradisi leluhur Sumbawa Barat tetap dijaga dan diwariskan lintas generasi.
Baca juga: Gubernur NTB inginkan Lombok jadi kiblat pacuan kuda nasional
Sejak pagi hari, stadion Bentiu dipadati para pemilik kerbau, joki, komunitas karapan, serta warga yang datang dari berbagai kecamatan, bahkan lintas kabupaten.
Dengan terselenggaranya karapan kerbau di awal tahun 2026, Sumbawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mempertahankan tradisi, mempererat silaturahim antara Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis budaya maupun kearifan lokal
"Kehadiran karapan kerbau terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian warga, mulai dari pelaku UMKM, pedagang, hingga jasa transportasi lokal," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
