Surabaya (ANTARA) - Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski menghadapi cuaca ekstrem dan libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada, Achmad Prihadi, mengatakan kondisi produksi air di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel dan Karang Pilang saat ini berjalan lancar.
“Untuk saat ini kondisi produksi di dua IPAM, yaitu Ngagel dan Karang Pilang berjalan lancar. Pada musim penghujan, ketersediaan air baku cukup melimpah sehingga proses pengolahan cenderung lebih baik dan kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat semakin andal,” ujarnya.
Berdasarkan data BMKG Juanda, potensi cuaca ekstrem di Surabaya diperkirakan terjadi pada 10 hingga 20 Maret 2026. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap proses produksi air.
Baca juga: PDAM Surabaya luncurkan Meter Air Pintar dukung smart city
Menurut dia, pada musim penghujan air baku relatif lebih mudah diolah karena adanya partikel alami yang membantu proses koagulasi dan flokulasi dalam unit pengolahan.
Dari sisi distribusi, Achmad menyebutkan hingga kini tidak ditemukan kebocoran pipa besar yang mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
“Untuk kebocoran pipa besar hampir tidak ada. Hanya beberapa kebocoran pipa diameter kecil yang sempat terjadi dan sudah langsung ditangani oleh tim distribusi,” katanya.
Menghadapi libur panjang Idul Fitri, pihaknya juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menerapkan sistem piket bagi petugas di seluruh lini layanan.
Baca juga: PDAM Surabaya raih penghargaan CNN Indonesia Awards 2024 kategori inovasi
Ia menjelaskan, tim produksi, distribusi, dan pelayanan akan tetap siaga secara bergiliran selama masa libur untuk memastikan tidak ada gangguan yang tidak tertangani.
“Apabila ada kendala di lapangan, tim kami siap melakukan penanganan dengan cepat,” ujarnya.
Selain itu, Perumda Air Minum Surya Sembada mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama masa libur Lebaran, serta memastikan instalasi air di rumah dalam kondisi aman saat ditinggalkan.
“Masyarakat diimbau memastikan keran air, meter air, maupun tandon dalam kondisi tertutup atau aman untuk mengantisipasi kebocoran yang dapat berdampak pada tagihan,” kata Achmad.
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional 2024, PDAM Surabaya optimalkan aplikasi CIS untuk layanan terbaik
Baca juga: PDAM Surabaya berharap tak terjadi pemborosan air di rumah ibadah
Pewarta : ANTARA NTB
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026