Jakarta (ANTARA) - Perumda Dharma Jaya akan menambah delapan armada keliling untuk kegiatan pasar murah agar lebih banyak warga Jakarta mendapatkan bahan pangan pokok lebih terjangkau.
"Karena tahun lalu, eksisting mobil keliling ada delapan unit, tahun ini rencananya kami tambah jadi 16 unit,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Raditya menyampaikan, mobil ini berkeliling ke berbagai kelurahan, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), rumah susun dan fasilitas publik di seluruh DKI Jakarta setiap hari.
"Mobil keliling bergantian datang ke tiap kelurahan. Keberadaan mobil keliling ini membantu kami sehingga dapat melampaui target, bahkan melampaui capaian tahun lalu sebanyak 500 kegiatan pasar murah," ujar dia.
Selain mobil keliling, Dharma Jaya juga mengembangkan sistem “hub pangan” bekerjasama dengan Perumda Pasar Jaya agar masyarakat bisa membeli bahan pokok murah setiap hari tanpa harus menunggu giliran pasar keliling.
Raditya menambahkan, kegiatan pasar murah tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga membantu stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi daerah.
Hingga triwulan-III tahun 2025, Dharma Jaya telah melaksanakan 808 kegiatan pasar murah. Jumlah ini telah melampaui target awal sebesar 695 pasar murah dan kegiatan akan tembus hingga 975 kali tahun ini.
Baca juga: Kodim gelar gerakan pasar murah di Lombok Tengah
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan, pihaknya akan terus mendukung perluasan jangkauan layanan, termasuk penguatan sistem hub pangan dan operasional mobil pasar keliling.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Pemprov NTB gelar pasar murah
Dia berpendapat, kolaborasi lintas wilayah bersama kelurahan dan fasilitas publik menjadi kunci agar pangan terjangkau dapat diakses merata. Dia memastikan dukungan penuh agar upaya yang telah berjalan baik ini terus berkelanjutan. "Harapannya, tidak hanya menjaga keterjangkauan harga dan pasokan pangan, tetapi juga membantu pengendalian inflasi Jakarta secara konsisten,” kata Hasudungan.