Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan pasar rakyat atau biasa dikenal pasar murah sebagai upaya stabilitasi harga menyambut bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Rabu, mengatakan, kegiatan pasar rakyat itu sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi ekstrem.

"Pasar rakyat, kami jadwalkan digelar selama enam hari di enam kecamatan se-Kota Mataram yang dimulai 11-26 Februari 2026," katanya.

Untuk kegiatan pasar rakyat Rabu (11/2-2026) dilaksanakan di Kantor Lurah Pejeruk, kemudian Kamis (12/2-2026) di Kelurahan Cakranegara Selatan, selanjutnya Jumat (13/2-2026) di Kelurahan Tempit, Kecamatan Ampenan.

Setelah itu kegiatan pasar rakyat dilanjutkan pada Selasa (24/2-2026) di Kantor Lurah Kekalik Jaya, kemudian Rabu (25/2-2026) di Kelurahan Rembiga, dan terakhir di halaman SD 43 Ampenan, Kelurahan Jempong Baru.

"Minggu depan, kami tidak jadwalkan karena ada libur Imlek dan awal puasa," katanya.

Baca juga: Disdag gelar pasar rakyat di Mataram stabilisasi harga jelang Nataru

Balam kegiatan pasar rakyat, Disdag Kota Mataram melibatkan sekitar 35 distributor termasuk dari Bank Indonesia (BI) dan Bulog.

Bulog untuk menyediakan beras SPHP, dan MinyaKita, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, sementara BI agar menurunkan petani-petani binaan menjual hasil hortikultura seperti cabai, tomat, bawang, serta sayur-sayuran.

Kehadiran distributor dan petani langsung di pasar murah, dapat menekan harga sehingga masyarakat bisa belanja di bawah harga pasar.

"Harga kebutuhan pokok di pasar murah memiliki selisih dari Rp1.000 hingga Rp5.000 per item. Jadi sangat membantu masyarakat," katanya.

Di sisi lain, untuk memastikan ketersediaan stok selama Ramadhan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak seperti distributor, Bank Indonesia, Bulog, Dinas Pertanian, dan lainnya.

Baca juga: Disdag koordinasi atasi kenaikan harga daging ayam di Mataram

Bahkan sebelumnya Disdag, sudah menggelar kegiatan Kolaborasi Pasang Keliling (Kopling), pada sejumlah titik guna memberikan kepastian masyarakat terkait ketersediaan stok dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Adapun kebutuhan pokok yang dijual di Kopling selain cabai, tomat, bawang, juga akan menyiapkan telur, beras, dan MinyaKita yang menjadi primadona masyarakat meskipun ada minyak merek lain.

Harga yang ditetapkan di Kopling adalah harga distributor, sehingga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Melalui kegiatan pasar rakyat, diharapkan bisa memberikan jaminan terhadap stok kebutuhan pokok di Mataram sehingga masyarakat tidak panik.

"Masyarakat hendaknya jadi konsumen cerdas dan bijak dengan belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan," katanya.

Baca juga: Pasar rakyat digelar di Mataram guna stabilkan harga jelang Idul Adha
Baca juga: Pasar rakyat di Mataram digelar 6 hari sambut Idul Adha



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026